Home / Kerinci / Kriminal

Rabu, 5 Juli 2023 - 10:34 WIB

Motif Dibalik Aksi Nekad Tiktoker Popo Barbie Melakukan Masturbasi dengan Maniken Terkuak, Inilah Motifnya….

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Sungai Penuh – Aksi nekad yang dilakukan Popo Barbie Tiktoker asal Desa Pendung Kecamatan Air Hangat Kerinci Jambi terkuak setelah polisi mengintrogasinya. Dihadapan polisi dan para awak media ia mengaku perbuatan asusila yang dilakukan itu dilatarbelakangi faktor ekonomi.

Popo Barbie alias Ay mengaku perbuatan yang memalukan itu dilakukannya untuk menaikkan viewers di acount Tiktok miliknya. Menurutnya pengunjung Tiktok miliknya belakangan ini terus menurun.

Diakuinya pula salah satu cara untuk menaikkan viewers atau pengunjung pada media sosial adalah melakukan hal-hal yang aneh yang tidak dilakukan oleh orang kebanyakan.

Baca juga :   Ketua PWI Bangka Tuntut Kejelasan Kasus OTT Wartawan, Soroti Pelanggaran Etik Jurnalistik

Kapolres Kerinci AKBP. Patria Yudha Rahadian. S. Ik, M.IK, melalui Kasat Reskrim AKP Edi Mardi Siswoyo mengatakan, aksi nekad yang dilakukan Popo Barbie dilatarbelakangi faktor ekonomi. “Ia berusaha menaikkan viewers di acount Tiktok miliknya, ia berharap ada tawaran endors padanya,” jelasnya belum lama ini.Selanjutnya kata Edi Mardi jika sudah ada tawaran endors atau iklan bisa mendatangkan pemasukan buat dirinya dan bisa membantu perekonomian keluarga. “Ia mengaku bahwa dirinya punya tanggungan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” sebutnya.

Ia ditangkap satuan Reskrim Polres Kerinci di gudang Desa Pendung Mudik Kecamatan Air Hangat Kerinci Jambi, Sabtu, 1/7. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya itu, ia harus meringkuk di sel tahanan Polres Kerinci.

Baca juga :   Jan Maringka Sarankan Posisi Jaksa Agung Di Bawah Koordinasi Menkohukham 

Pelaku dijerat dengan pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 huruf c undang-undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pasal 45 ayat 1 Jo 27 pasal ayat 1 dan Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi elektronik. dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun. Emi

Berita ini 163 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

Penandatanganan Hibah Tanah Pemkab Kerinci–Bulog, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan
Safari Ramadhan di Tambak Tinggi: Bupati Monadi Tekankan Pentingnya Kelola Sampah Rumah Tangga

Daerah

Safari Ramadhan di Tambak Tinggi: Bupati Monadi Tekankan Pentingnya Kelola Sampah Rumah Tangga

Advetorial

Bupati Kerinci Adirozal Tutup APKASI – APN 2022

Advetorial

Bupati Kerinci Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS APBD 2025

Jambi

Mahasiswa se- Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh Gelar Aksi Damai, Suarakan Tiga Tuntutan

Dinamika

DANDIM 0417/KERINCI PIMPIN APEL SIAGA BENCANA ALAM

Advetorial

Tekan Laju Inflasi, TPID Kerinci Siapkan Langkah Konkret Libatkan Lintas Sektor

Advetorial

Bupati Kerinci Monadi Pimpin Peringatan Hari OTODA ke- XXIX