Home / Bisnis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 06:35 WIB

Proyek PSEL Danantara Ramai di Lirik Investor Asing

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta-  Entitas asing tercatat ramai menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) yang di kelola oleh BPI Danantara.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkap telah mengantongi deretan investor asing ini. Dia mengemukakan sejumlah negara besar, mulai dari Jepang hingga Belanda, ikut tertarik untuk terlibat dalam pengembangan proyek tersebut. “Yang besar-besar sih, boleh saya bilang pernah ikut semua ya, baik dari Jepang, China, Belanda, Jerman dan Singapura, mereka yang besar-besar ikut,” kata Rosan saat di temui di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Di lansir dari Bisnis.com, Danantara mencatat setidaknya terdapat 107 badan usaha yang mendaftarkan diri untuk ikut serta dalam proyek PSEL. Sebanyak 53 di antaranya merupakan badan usaha dalam negeri, sementara 54 lainnya dari luar negeri. Rosan menyebutkan bahwa badan usaha terpilih nantinya akan di perkenankan membentuk konsorsium dalam mengeksekusi proyek tersebut.

Proyek PSEL sendiri bakal di kembangkan di 33 titik di seluruh Indonesia. Tetapi 10 titik yang di nilai telah siap akan di prioritaskan sebagai lokasi pengembangan pada tahap awal. “Hasil dari assessment-nya, dari analisis dan evaluasinya dari Kementerian Lingkungan Hidup itu saat ini ada 10 daerah yang sudah siap,” tambahnya.

Kesepuluh titik itu tersebar di Tangerang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan Makassar. “Sepuluh lokasi itu, siap dari sampahnya, kebutuhan sampahnya di mana, karena minimum adalah 1.000 ton per hari, siap dalam arti kata lahannya, dan juga siap dalam arti kata investasi rupanya termasuk air,” papar Rosan.

Baca juga :   Harga Emas Hari Ini, 28 Oktober 2025: Pegadaian dan Antam Kompak Stabil di Level Rp2,4 Juta per Gram

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.  Beleid ini yang akan menjadi landasan proyek PSEL, termasuk mengatur wewenang Danantara di dalamnya. Danantara dapat memilih BUPP PSEL, baik melalui tender maupun dalam keadaan tertentu bisa melakukan penunjukan langsung.

Pemilihan BUPP PSEL yang dilakukan oleh Danantara di ikuti oleh peserta (tender) yang memenuhi kriteria paling sedikit adalah memiliki teknologi PSEL yang teruji dan termutakhir, memiliki kemampuan keuangan dan memenuhi kewajiban investasi, dan memiliki pengalaman dalam Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PSE) dan memenuhi seluruh ketentuan dan standar yang berlaku.

“Dalam keadaan tertentu, pemilihan BUPP PSEL dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukan langsung,” tulis Pasal 15 ayat 2 Perpres tersebut. Sejumlah Emiten Bersiap Kembangkan PSEL Meski Rosan belum membocorkan nama entitas asing yang terlibat PSEL, animo dari emiten dalam negeri mulai terlihat jelas. Dalam hal ini, empat emiten di nilai menjadi yang paling siap untuk mengeksekusi proyek PSEL.

Head of Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjabarkan ke empat emiten tersebut adalah PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA), PT Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI). “Kemarin memang kami lihat ada tiga emiten, TOBA, OASA dan MHKI. Tetapi belakangan ini dalam 2 minggu terakhir tiba-tiba ada berita bahwa BIPI yang biasanya di migas, masuk ke waste to energy dan punya target proyek sekitar US$300 juta–US$350 juta.

Baca juga :   Generasi Muda Jadi Garda Terdepan, Kapten Inf Nasrul Tekankan Pentingnya Bela Negara di Era Digital

Jadi sekarang pemainnya ada empat,” ujar Martha dalam Morning Meeting, di kutip Kamis (16/10/2025). Martha mencatat TOBA telah menambah portofolio mereka di sektor WTE setelah mengakuisisi perusahaan pengelolaan limbah, Sembcorp Environment dengan nilai Rp4,77 triliun pada Maret 2025.

Di sisi lain, unit usaha pengelolaan limbah TOBA telah membukukan pendapatan sebesar US$59,6 juta dengan EBITDA mencapai US$10 juta hingga akhir Juni 2025. Namun, Martha memaparkan bahwa Danantara telah menyatakan belum ada kesepakatan dengan TOBA untuk bisnis sektor WTE atau waste management. Sementara bagi OASA, perseroan akan melakukan private placement untuk mendanai proyek PSEL di Tangerang Selatan dengan kapasitas pengolahan 1.100 ton sampah.

Proyek PSEL ini digarap OASA bersama mitra China Tianying dengan investasi sebesar Rp2,65 triliun. Bila beroperasi, PSEL ini akan menghasilkan energi berkapasitas 19,6 megawatt (MW). OASA juga memiliki proyek PSEL di Jakarta Barat. “Jadi [OASA] ini yang punya start lebih dulu dari WTE ini, karena dengan adanya Perpres, ini kemudian akan masuk ke tender di berbagai provinsi,” ujarnya. ***

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hari H Tahun Baru! Buka Jasa "Tukang Bakar Panggilan" Malam Ini! Solusi Tuan Rumah Anti Bau Asap, Cuan Ratusan Ribu per Jam!

Bisnis

Hari H Tahun Baru! Buka Jasa “Tukang Bakar Panggilan” Malam Ini! Solusi Tuan Rumah Anti Bau Asap, Cuan Ratusan Ribu per Jam!

Bisnis

Harga Emas Logam Mulia Antam Melonjak
BREAKING: IHSG Tiba-tiba Ambruk 1,3% di Sesi II, Saham Prajogo Pangestu Jadi Pemberat Utama

Bisnis

BREAKING: IHSG Tiba-tiba Ambruk 1,3% di Sesi II, Saham Prajogo Pangestu Jadi Pemberat Utama

Bisnis

Harga Emas Antam Naik Signifikan, Investor Antusias
5 Aplikasi Nonton Video Penghasil Saldo DANA 2025 (Terbukti Membayar)

Bisnis

Tren “2025 Recap” Meledak di Medsos! Buka Jasa Edit Video Reels/TikTok Kilat, Modal HP & Template CapCut Bisa Cuan Jutaan!
Galeri HP Penuh? Jangan Dihapus! Ini 5 Aplikasi Jual Foto yang Bisa Hasilkan Dollar di 2025

Bisnis

Galeri HP Penuh? Jangan Dihapus! Ini 5 Aplikasi Jual Foto yang Bisa Hasilkan Dollar di 2025
Peluang Cuan Akhir Tahun: Buka Jasa "Cetak Kalender Poster Custom 2026", Cuma Modal Canva & Printer Bisa Untung 3x Lipat!

Bisnis

Peluang Cuan Akhir Tahun: Buka Jasa “Cetak Kalender Poster Custom 2026”, Cuma Modal Canva & Printer Bisa Untung 3x Lipat!
Update Ekonomi: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik Menjadi USD 938,87 per MT

Bisnis

Update Ekonomi: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik Menjadi USD 938,87 per MT