Koransakti.co.id- Kepala Basarnas, M Syafi’i, mengungkapkan hasil investigasi terkait data langkah kaki yang terekam pada smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, yang sebelumnya sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis data yang di lakukan bersama Polda Sulawesi Selatan, Basarnas memastikan bahwa rekaman langkah kaki tersebut bukan terjadi setelah kecelakaan pesawat, melainkan berasal dari aktivitas lama beberapa bulan sebelum kejadian.
Syafi’i menjelaskan, data langkah yang sempat terbaca berasal dari aktivitas Farhan saat masih berada di Yogyakarta, jauh sebelum pesawat mengalami kecelakaan di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
“Setelah kami telusuri secara teknis bersama kepolisian, data tersebut merupakan rekaman lama. Bukan aktivitas setelah kecelakaan,” tegas Syafi’i.
Lebih lanjut di jelaskan, pergerakan langkah kaki itu terpantau dari ponsel Farhan yang masih terhubung dengan smartwatch miliknya. Saat ini, ponsel tersebut berada di tangan kekasih Farhan, Dian Mulyani Hasibuan.
Hal ini di kuatkan oleh keterangan Pitri Keandedes Hasibuan, kakak dari Dian, yang menyebut data langkah itu muncul pada jam-jam tertentu.
“Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada beberapa langkah, lalu bertambah lagi dari jam 10 sampai malam,” ujar Pitri.
Namun, Basarnas menegaskan bahwa kemunculan data tersebut tidak berkaitan dengan kondisi Farhan setelah kecelakaan, melainkan merupakan sinkronisasi data lama yang tersimpan di perangkat.
Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat tetap di lakukan berdasarkan data resmi dan kondisi lapangan, bukan dari interpretasi data perangkat elektronik semata.
“Kami memahami harapan keluarga, namun kami harus menyampaikan fakta berdasarkan hasil investigasi teknis,” pungkas Syafi’i.
Sumber : kompascom















