koransakti.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan konfirmasi mengenai kondisi tiga orang anak di Jakarta Selatan. Ketiganya mengalami gejala ringan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 lalu. Pihak BGN memastikan kondisi ketiga anak tersebut kini telah membaik.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa penanganan cepat langsung dilakukan sesaat setelah insiden terjadi.
Langsung Ditangani di Puskesmas
Menurut Nanik, kejadian ini menimpa anak-anak yang menerima distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pancoran, Kalibata.
“Pada saat kejadian, ketiga anak tersebut langsung kami bawa ke Puskesmas terdekat,” kata Nanik saat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/9).
Ia menjelaskan, berkat penanganan cepat dari pihak Puskesmas dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, gejala yang dialami oleh ketiga anak tersebut berhasil diatasi dalam waktu dua jam perawatan. “Kondisi mereka sudah kembali membaik,” ucapnya.
Rentetan Kasus Dugaan Keracunan di Jakarta
Insiden di Kalibata ini menambah daftar kasus dugaan keracunan akibat program MBG di Jakarta. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di beberapa lokasi lain.
- SPPG Pancoran (29 Agustus): Tiga orang mengalami gejala ringan. Hasil uji lab menunjukkan makanan positif mengandung mikrobiologi.
- SPPG Khusus Koja (8 September): Sebanyak 14 orang terdampak, namun hasil uji lab belum keluar.
- SMAN 15 Jakarta (23 September): Tujuh siswa mengalami mual, tiga di antaranya sempat dilarikan ke rumah sakit.
Terkait rentetan kejadian ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap dan mendoakan agar kasus keracunan MBG tidak terulang kembali di masa mendatang. Pihak BGN menyerahkan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil uji laboratorium kepada Dinas Kesehatan, yang diperkirakan akan keluar dalam 14 hari.















