Koransakti.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendesak pemerintah memberikan penjelasan terbuka terkait komitmen impor beras sebanyak 1.000 ton dari Amerika Serikat dalam kesepakatan dagang bilateral.
Ia menegaskan, Komisi IV DPR RI akan menelaah impor beras ini secara objektif dengan mengutamakan perlindungan terhadap petani serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Johan, jumlah 1.000 ton relatif kecil jika dibandingkan dengan total produksi beras dalam negeri.
Ia mengingatkan bahwa perdagangan komoditas strategis seperti beras harus tetap terkendalali agar tidak menekan harga gabah di tingkat petani.
BACA JUGA: Jisoo BLACKPINK Bintangi Drama Netflix “Boyfriend on Demand”
Fokus utama, kata dia, adalah memastikan setiap kebijakan tidak mengganggu penyerapan gabah dan tidak merugikan produsen.
Komisi IV, lanjutnya, akan meminta penjelasan teknis pemerintah untuk memastikan kebijakan itu dapat memperkuat swasembada dan kedaulatan pangan.
Pengawasan berbasis data sangat penting, termasuk dalam menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan peran Bulog dalam menyerap hasil panen.
Johan menegaskan, ketahanan pangan menyangkut kedaulatan bangsa sehingga harus terjaga.
Komisi IV berkomitmen terus mengawal kebijakan pangan agar berpihak pada rakyat dan tetap menjaga stabilitas di tengah dinamika perdagangan global.-***















