Home / Peristiwa

Selasa, 28 April 2026 - 03:18 WIB

Duka Mendalam di RSUD Kota Bekasi: Isak Tangis Keluarga Pecah Melepas Korban Tragedi Stasiun Bekasi Timur

koransakti - Penulis

RSUD Kota Bekasi seketika berubah menjadi riuh oleh isak tangis keluarga Korban kecelakaan  Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur (foto: Detikcom)

RSUD Kota Bekasi seketika berubah menjadi riuh oleh isak tangis keluarga Korban kecelakaan Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur (foto: Detikcom)

koransakti.co.id, Bekasi- Suasana hening di pelataran Ruang Jenazah RSUD Kota Bekasi seketika berubah menjadi riuh oleh isak tangis yang menyayat hati pada Selasa dini hari (28/4/2026). Satu per satu mobil ambulans yang membawa korban tragedi tabrakan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur tiba dengan pengawalan ketat petugas.

Di bawah lampu temaram rumah sakit, pemandangan memilukan terlihat saat petugas medis mulai memanggil nama-nama anggota keluarga untuk proses identifikasi. Tangis histeris pecah saat harapan keluarga akan keselamatan orang tercinta pupus oleh kenyataan pahit.

Detik-Detik Identifikasi yang Mengharukan

Sekitar pukul 00.30 WIB, seorang wanita paruh baya tampak jatuh terduduk di depan pintu ruang jenazah. Ia baru saja mendapatkan konfirmasi bahwa salah satu korban meninggal adalah anggota keluarganya. “Ya Allah, kenapa jadi begini? Tadi pamitnya cuma mau pulang kerja,” teriaknya di tengah isak tangis yang tak terbendung.

Petugas keamanan dan kerabat lainnya berusaha menenangkan keluarga yang terus berdatangan. Suasana haru semakin memuncak ketika suami dan orang tua dari salah satu korban tiba di lokasi dengan langkah gontai dan wajah yang sembap.

Sosok Guru yang Dicintai: Kesaksian Rekan Kerja

Salah satu korban meninggal dunia di ketahui berprofesi sebagai tenaga pendidik di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Kabar duka ini membawa awan hitam bagi rekan sejawatnya. Endang, salah seorang rekan kerja korban, tampak masih syok saat di temui di lokasi evakuasi.

Baca juga :   Aktivis 98 Kembali Bagikan Ribuan Paket Sembako 

“Saya tadi di perintahkan langsung oleh Kepala Sekolah untuk mencari informasi valid mengenai keberadaan rekan kami. Kami sudah menyisir beberapa titik sejak kabar kecelakaan tersiar,” ujar Endang dengan suara bergetar.

Endang menceritakan betapa sulitnya proses pencarian informasi di tengah simpang siurnya kabar di media sosial. Ia bersama keluarga korban akhirnya memutuskan untuk langsung menuju RSUD Kota Bekasi setelah mendapatkan instruksi dari pihak berwenang.

“Kami menyebar, ada yang ke stasiun, ada yang ke sini. Akhirnya, rekan guru kami yang lain masuk ke dalam untuk memastikan, dan ternyata benar itu beliau. Saya benar-benar kaget dan tidak menyangka,” tambahnya sambil menyeka air mata.

Mengenang sosok almarhumah, Endang menyebutkan sebuah percakapan terakhir yang kini terasa seperti firasat yang tertinggal. “Komunikasi terakhir kami sangat sederhana. Beliau hanya bilang kalau botol minumannya tertinggal di sekolah. Siapa yang menyangka itu jadi pesan terakhirnya kepada kami di kantor,” kenang Endang pilu.

Update Korban dan Upaya Evakuasi KAI

Tragedi yang terjadi pada Senin malam (27/4) ini memang menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling menyita perhatian publik di awal tahun 2026. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, memberikan pernyataan resmi di lokasi kejadian mengenai jumlah korban yang terdampak.

“Hingga saat ini, tercatat ada 38 orang yang sudah berhasil di evakuasi dari rangkaian kereta. Dari jumlah tersebut, kami harus menyampaikan dengan berat hati bahwa empat orang teridentifikasi meninggal dunia,” jelas Anne kepada awak media.

Baca juga :   Jejak Harimau Sumatra Teror Warga Inhil, Polisi Imbau Masyarakat Tidak Keluar Rumah Sendirian

Terkait proses identifikasi lebih lanjut, Anne menegaskan bahwa seluruh data akan di pusatkan di rumah sakit untuk menghindari kesalahan informasi kepada publik. “Untuk identitas detail para korban, semua sedang di proses oleh tim medis dan kepolisian di RSUD. Kami fokus pada penanganan korban terlebih dahulu,” tegasnya.

Dampak Operasional dan Pemulihan Jalur

Kecelakaan yang melibatkan dua jenis kereta ini mengakibatkan gangguan total pada jadwal perjalanan kereta api di wilayah Jabodetabek. Mengingat posisi rangkaian yang menutupi jalur utama, pihak KAI mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional kereta dari arah Jakarta.

“Kami berupaya mempercepat proses evakuasi gerbong yang masih terjepit. Oleh karena itu, perjalanan kereta dari arah Gambir dan Pasar Senen untuk sementara kami setop total. Ini di lakukan agar alat berat dan tim evakuasi memiliki ruang gerak yang maksimal di titik kejadian,” tutur Anne.

Hingga berita ini di turunkan, tim teknis KAI masih terus bekerja di area Stasiun Bekasi Timur untuk memotong bagian gerbong yang ringsek guna mempermudah pengangkatan badan kereta dari rel.

Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi penumpang yang terjebak di dalam gerbong, khususnya pada gerbong wanita yang mengalami dampak paling parah.***

Berita ini 60 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Viral Pernikahan Mahar Rp 3 M di Pacitan: Dituduh Menipu, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Peristiwa

Silaturami Pemerintah dan Mahasiswa di Istana Negara: Bangun Perspektif Bersama untuk Kemajuan Bangsa

Internasional

Puluhan Ribu Orang Akan Hadiri Memorial Charlie Kirk dengan Pengamanan Super Ketat

Peristiwa

Berduaan dalam Ruangan Terkunci, Integritas Direktur RSUD Dipertanyakan

Hukum

Albertinus Peras Kadis Pakai Modus Laporan Masyarakat Palsu

Jambi

Empat LSM Geruduk Kantor BBTNKS, Desak Transparansi dan Penindakan Tegas PETI di Kawasan TNKS

Internasional

Di Hadapan Puluhan Ribu Pelayat, Trump Sebut Charlie Kirk ‘Pahlawan Amerika’

Daerah

74 Siswa di Agam Keracunan MBG, Gubernur Sumbar Hentikan Operasional Dapur SPPG