Home / Dinamika / Komunitas

Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:48 WIB

Gus Har (ARPG): Reformasi Mindset dan Birokrasi Kunci Kemakmuran Bangsa

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Jakarta- 8 Mei 2025, Pengurus Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG), Gus Har, menyampaikan pernyataan tegas mengenai urgensi reformasi menyeluruh terhadap birokrasi, mindset kepemimpinan, serta sistem ekonomi yang dinilai masih tidak berpihak kepada rakyat.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan rakyat Indonesia tidak bisa tercapai jika sistem yang berjalan justru membebani rakyat dan melanggengkan pola pemiskinan yang terstruktur.

“Kita tidak sedang kekurangan sumber daya. Yang salah adalah sistem. Rakyat kerja keras, tapi hasilnya diperas lewat pajak yang tidak masuk akal. Ini pola pemiskinan yang sudah berjalan lama, tapi jarang disadari,” ujar Gus Har.

Ia menyoroti bahwa rakyat kecil dibebani berbagai jenis pungutan dan pajak, mulai dari pajak penghasilan, pajak daerah, iuran BPJS, hingga biaya administrasi yang seharusnya bisa digratiskan melalui sistem negara digital dan efisien.

Baca juga :   Safari Ramadhan, Kapolres Disambut Ratusan Santri Annuqthah, Pinang Kota Tangerang

“Bayangkan, rakyat sudah kerja keras, disuruh loyal bayar pajak, tapi anggarannya habis untuk menggaji birokrat dan belanja fasilitas elite. Inilah mengapa kami menuntut perubahan dari akar: efisiensi total, birokrasi ramping, dan gaya hidup pejabat yang sederhana,” tegasnya.

Gus Har menambahkan bahwa cukup 50 pegawai untuk melayani satu kota, asalkan sistem pemerintahan berbasis digital diterapkan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Menurutnya, penghematan anggaran bisa dilakukan drastis jika kepala daerah dan pejabat tidak lagi bergantung pada rumah dinas, mobil dinas, dan berbagai tunjangan mewah lainnya.

Dalam konteks studi perbandingan internasional, Gus Har menyoroti Malaysia sebagai contoh konkret.

“Rakyat Malaysia tidak kerja kasar di ladang sawit, karena mereka sudah menikmati sistem ekonomi yang tertata. Justru Indonesia yang mengirim buruh ke sana. Padahal, ladang sawit Indonesia jauh lebih luas. Ini bukti nyata bahwa kita sedang dikorbankan oleh sistem yang gagal melindungi rakyatnya,” ungkapnya.

Baca juga :   Membangun Keharmonisan Antar Anggota, Jurnalis Independen Bersatu Melaksanakan Berbuka Puasa Bersama

Ia menegaskan bahwa narasi “kerja keras demi Indonesia maju” harus dievaluasi secara kritis, terutama jika hasil kerja rakyat justru terserap untuk menambal birokrasi yang tidak efisien.

“Kita butuh pemimpin yang bisa membuat rakyat makmur tanpa kerja mati-matian. Kekayaan Indonesia itu cukup untuk semua, asal tidak dibocorkan lewat sistem yang salah,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari Aliansi Relawan Prabowo Gibran, Gus Har menyatakan bahwa ARPG akan terus mendukung pemerintahan yang berpihak pada rakyat, namun tidak akan segan mengkritik apabila jalannya tidak sesuai harapan. (Red)

Berita ini 101 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika

RUU Polri Dapat Dukungan Luas untuk Penanggulangan Kejahatan Siber dan Judi Online

Dinamika

Momen Kebersamaan Satgas Yonif 144/JY bersama Warga Kampung Umap

Dinamika

Peduli Kebersihan Lingkungan, Dandim 0417/Kerinci Tinjau Pembersihan Sampah di Desa Koto Lolo.

Advetorial

Jalan Santai Bersama Irjen. Pol (Purn) Drs.H.Syafril Nursal, SH.MH, Suatu Kehangatan Persatuan di Tengah Masyarakat

Dinamika

Di duga Lakukan Korupsi Dana Hibah Koni 4,5 M, Plt Ketua KONI Sungai Penuh di laporkan

Daerah

Masyarakat Berharap Pembangunan Jembatan Batang Merao Tanjung Pauh Mudik Segera Terealisasi

Advetorial

Wako Ahmadi Sampaikan Usulan Program Pembangunan ke Bappenas RI dan Kemenko PMK

Komunitas

Masjid Atta’awun Gria Jakarta Gelar Kajian Ramadhan Narasumber Syekh Hasan Abu Toha Dari Palestina