Home / Otomotif

Sabtu, 27 September 2025 - 21:07 WIB

Kenali 3 Jenis Cat Mobil di Pasaran, Mana yang Paling Bagus?

koransakti - Penulis

Memahami jenis cat pada bodi mobil dapat membantu dalam perawatan dan proses perbaikan. (Sumber: Dok.Otomotif/GridOto.com)

Memahami jenis cat pada bodi mobil dapat membantu dalam perawatan dan proses perbaikan. (Sumber: Dok.Otomotif/GridOto.com)

koransakti.co.id – Saat melakukan perbaikan atau pengecatan ulang pada bodi mobil, Anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan jenis cat. Umumnya, ada tiga jenis bahan cat yang beredar di pasaran, yaitu Nitrocellulose (NC) atau cat duco, Polyurethane (PU), dan Waterbase.

Ketiga jenis cat ini memiliki karakteristik, kualitas, dan harga yang berbeda-beda. Memahami perbedaannya penting agar Anda bisa memilih yang terbaik untuk mobil kesayangan.

1. Cat Polyurethane (PU): Standar Pabrikan

Cat jenis Polyurethane (PU) adalah material yang paling umum dan banyak digunakan, baik oleh pabrikan mobil maupun bengkel spesialis perbaikan bodi. Ini menjadikannya sebagai cat dengan kualitas standar industri.

  • Kelebihan: Menurut Vino dari bengkel bodi Platinum di Jakarta Timur, keunggulan utama cat PU adalah karakternya yang lentur. “Kelebihan dari cat polyurethane adalah karakter catnya lentur sehingga tidak mudah pecah,” ungkapnya. Selain itu, proses pengeringannya bisa dipercepat menggunakan ruang oven, sehingga pengerjaan menjadi lebih efisien.
  • Kekurangan: Harganya lebih mahal dibandingkan cat duco.
Baca juga :   Honda Scoopy Edisi Kuromi Resmi Meluncur, Tampil Stylish dengan Harga Rp 24 Jutaan

2. Cat Nitrocellulose (NC / Duco): Pilihan Ekonomis

Cat Nitrocellulose, yang lebih dikenal dengan sebutan cat duco, adalah pilihan yang lebih ekonomis. Jenis cat ini sering digunakan karena harganya yang murah dan praktis.

  • Kelebihan: Harga materialnya lebih terjangkau.
  • Kekurangan: Kualitasnya di bawah PU. “Kekurangannya, cat ini gampang retak atau pecah,” ujar Vino. Cat duco sangat rentan pecah jika panel bodi mobil mengalami benturan atau penyok. Selain itu, proses pengeringannya bergantung pada panas matahari, sehingga memakan waktu lebih lama.
Baca juga :   Lawan Tren Truk Listrik Raksasa, Startup Ini Buat Pikap Seukuran MINI Cooper dan Kantongi Dana Segar

3. Cat Waterbase: Paling Ramah Lingkungan

Jenis cat terakhir adalah waterbase atau berbahan dasar air. Penggunaan cat jenis ini di Indonesia masih terbilang jarang.

  • Kelebihan: Jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan dua jenis lainnya.
  • Kekurangan: Biayanya paling mahal dan memerlukan peralatan khusus untuk pengeringan. “Harus dibantu semacam air jet agar cat waterbase bisa lebih cepat kering,” tutup Vino.

Secara singkat, untuk hasil terbaik dan tahan lama, cat Polyurethane (PU) adalah pilihan yang paling direkomendasikan. Namun, jika Anda memiliki budget terbatas, cat duco bisa menjadi alternatif dengan segala kekurangannya.

Berita ini 65 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Mengapa Tekanan Angin Ban Depan dan Belakang Berbeda? Simak Penjelasan Ahlinya!

Otomotif

MG Tebar Promo Akhir Tahun, Tawarkan Keuntungan hingga Rp200 Juta

Ekonomi

Harga BBM Shell dan Pertamina Dex Series Naik per 1 Oktober 2025

Bisnis

Autopedia Indonesia: Ekosistem Digital Jual Beli Kendaraan yang Terus Berkembang

Artikel

Panduan Lengkap untuk Pemilik Baru: Arti Semua Tombol di Mitsubishi Xpander Cross

Otomotif

Saat Miata Bergaya JDM ‘Memakai’ Ukiran Toraja: Inilah Toraja Roadster, Karya Seni di Atas Roda

Artikel

Mengupas Tuntas Mitsubishi Xpander Cross: Mobil Keluarga Berjiwa Petualang

Bisnis

Lawan Tren Truk Listrik Raksasa, Startup Ini Buat Pikap Seukuran MINI Cooper dan Kantongi Dana Segar