Home / Kesehatan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Memahami Kanker Payudara: Penyebab, Tanda Peringatan, dan Langkah Pencegahannya

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Momen Breast Cancer Awareness Month setiap bulan Oktober menjadi pengingat penting bagi kita untuk lebih peduli terhadap kesehatan payudara. Sayangnya, sebagian masyarakat masih awam mengenai seluk-beluk penyakit ini. Padahal, pemahaman yang tepat dapat membantu kita mendeteksi potensi bahaya jauh lebih awal.

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker payudara merupakan kondisi medis ketika sel-sel di dalam jaringan payudara mengalami mutasi dan tumbuh secara tidak terkendali. Pada umumnya, proses abnormal ini bermula dari saluran susu (duktus) atau kelenjar penghasil air susu (lobulus).

Seiring berjalannya waktu, penumpukan sel ganas tersebut membentuk benjolan atau tumor. Meskipun sebagian besar kasus menimpa kaum perempuan, pria pun sebenarnya memiliki risiko terkena jenis kanker ini walau persentasenya tergolong kecil.

Faktor Risiko yang Memicu Kanker Payudara

Hingga saat ini, para ahli medis belum menemukan satu penyebab pasti yang mendasari munculnya kanker payudara. Kendati demikian, beberapa faktor berikut terbukti dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya:

  • Faktor Usia: Risiko seseorang terserang kanker payudara akan meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia, terutama pada mereka yang telah memasuki masa menopause.

  • Faktor Genetik dan Keturunan: Seseorang yang membawa mutasi genetik tertentu, seperti gen BRCA1, BRCA2, atau PALB-2, memiliki kecenderungan lebih tinggi mengidap penyakit ini. Begitu pula jika ada riwayat keluarga dekat yang pernah mengalaminya.

  • Riwayat Kesehatan Pribadi: Apabila seseorang pernah mengidap kanker pada salah satu sisi payudara, maka potensi terjadinya kanker di sisi lainnya akan menjadi lebih tinggi.

  • Pengaruh Hormonal: Paparan hormon estrogen dalam jangka panjang—seperti akibat siklus menstruasi yang dimulai terlalu dini, menopause yang terlambat, atau penggunaan terapi pengganti hormon—dapat memicu perkembangan sel abnormal.

  • Pola Hidup Kurang Sehat: Kebiasaan jarang bergerak (sedentary lifestyle), berat badan berlebih, serta konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok dapat mengganggu keseimbangan hormon sekaligus merusak sel-sel tubuh.

Baca juga :   Menu Ikan Hiu Sebabkan 16 Siswa di Ketapang Keracunan, Kepala MBG Kalbar Akui Lalai

Gejala Awal yang Perlu Diumpamakannya sebagai Sinyal Bahaya

Mengenali tanda-tanda awal sangatlah krusial agar penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin. Oleh karena itu, perhatikan beberapa perubahan fisik pada area payudara berikut ini:

  1. Munculnya Benjolan Baru: Terasa ada benjolan atau penebalan jaringan di area payudara maupun ketiak, yang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit.

  2. Perubahan Bentuk dan Ukuran: Payudara mengalami perubahan simetri, bentuk, atau ukuran yang tidak wajar secara tiba-tiba.

  3. Perubahan pada Kulit Payudara: Kulit di sekitar payudara tampak berkerut seperti kulit jeruk, tertarik ke dalam (lesung pipit), atau mengalami kemerahan dan iritasi.

  4. Kondisi Puting Abnormal: Puting susu tertarik masuk ke dalam, terasa nyeri, atau mengalami perubahan tekstur pada area areola.

  5. Keluar Cairan Unik: Puting mengeluarkan cairan secara tidak spontan, terutama jika cairan tersebut bercampur darah.

Catatan Penting: Apabila kanker telah menyebar (metastasis) ke organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, paru-paru, atau otak, penderita mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa nyeri tulang, sesak napas, hingga sakit kepala yang hebat.

Langkah Efektif Membentengi Diri dari Kanker Payudara

Meskipun faktor seperti genetik dan usia tidak dapat kita ubah, Anda tetap bisa menekan risiko terkena kanker payudara melalui serangkaian tindakan preventif berikut:

Baca juga :   Prabowo: MBG untuk Anak yang Makannya Cuma Nasi Pakai Garam

1. Rutin Melakukan Deteksi Dini

Langkah paling sederhana adalah membiasakan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan, sekitar 7–10 hari setelah masa haid selesai. Selain itu, lakukan pemeriksaan medis secara berkala melalui tenaga kesehatan atau metode mamografi, khususnya bagi Anda yang berisiko tinggi.

2. Memperbaiki Gaya Hidup

Anda dapat menjaga kesehatan jaringan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, serta menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Kesimpulan

Kanker payudara bukanlah kondisi yang bisa kita sepelekan, namun penyakit ini berpeluang besar untuk disembuhkan jika terdeteksi sejak stadium awal. Mari jadikan Bulan Kesadaran Kanker Payudara ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap tubuh sendiri dan mengedukasi orang-orang terdekat!

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kesehatan

5 Dampak Serius Vape bagi Anak dan Remaja, Ancaman Baru Kesehatan Paru

Kesehatan

Angka Campak di Indonesia Turun, Kemenkes Catat 231 Kasus dalam Sepekan

Kesehatan

Korban Keracunan MBG Tembus 10.482 Anak, JPPI Desak Pemerintah Tutup Semua Dapur
Gak Perlu Musuhan sama Nasi! Ini 7 Sumber Karbohidrat Sehat yang Justru Bikin Cepat Langsing

Gaya Hidup

Gak Perlu Musuhan sama Nasi! Ini 7 Sumber Karbohidrat Sehat yang Justru Bikin Cepat Langsing
Waspada! 5 Makanan Pemicu Kanker & Tips Menggoreng Aman (Penjelasan Dokter)

Gaya Hidup

Waspada! 5 Makanan Pemicu Kanker & Tips Menggoreng Aman (Penjelasan Dokter)

Kesehatan

Ini Makanan Wajib untuk Jaga Kadar Kolesterol Tetap Stabil

Kesehatan

HUT Ke 79, Persit KCK Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci Gelar Donor Darah.

Internasional

Belajar dari Pandemi, WHO Rilis Panduan bagi Pemerintah untuk Ambil Keputusan Karantina