koransakti.co.id – Pernahkah Anda membayangkan menjadi pemilik perusahaan raksasa seperti BCA, Telkomsel, atau Indofood? Dulu, hal ini mungkin terdengar mustahil bagi rakyat biasa.
Namun di tahun 2025, investasi saham telah mendemokratisasi kekayaan. Anda tidak perlu uang miliaran rupiah. Cukup dengan modal setara segelas kopi mewah atau Rp 100.000, Anda sudah bisa berstatus sebagai investor pasar modal yang sah.
Bagi pemula yang ingin mulai menabung saham tapi takut rugi, berikut adalah panduan aman memulainya.
1. Apa Itu Saham?
Membeli saham berarti Anda membeli “bukti kepemilikan” atas sebuah perusahaan. Jika perusahaan untung, Anda akan mendapatkan bagi hasil (Dividen). Jika harga sahamnya naik, Anda bisa menjualnya dan mendapat untung (Capital Gain).
2. Pilih Aplikasi Sekuritas Resmi OJK
Jangan titip dana ke orang lain! Buka rekening saham (RDN) sendiri lewat aplikasi di HP. Berikut rekomendasi terbaik 2025:
Ajaib: Tampilan sangat ramah pemula (user-friendly). Proses buka akun 100% online tanpa kirim dokumen fisik.
Stockbit: Memiliki fitur komunitas dan analisis chart tercanggih. Cocok jika Anda ingin belajar analisis teknikal.
Bibit (Fitur Saham): Jika Anda sudah punya akun Bibit untuk Reksadana, kini Bibit juga bisa dipakai untuk beli saham dengan fitur Stockbit yang terintegrasi.
3. Strategi “Nabung Saham” (Anti Stres)
Sebagai pemula, hindari trading harian yang memusingkan. Gunakan strategi Investasi Jangka Panjang.
Pilih Saham Blue Chip: Belilah saham perusahaan LQ45 (45 perusahaan terbesar dan terlikuid di bursa) seperti BBCA (Bank BCA), BBRI (Bank BRI), atau TLKM (Telkom).
Rutin: Sisihkan uang setiap bulan untuk membeli 1-2 lot saham tersebut.
4. Berapa Modal Minimalnya?
Di Bursa Efek Indonesia, minimal pembelian adalah 1 Lot (100 lembar).
Contoh: Harga saham Sido Muncul (SIDO) adalah Rp 700 per lembar. Maka, modal untuk beli 1 lot SIDO hanya Rp 700 x 100 = Rp 70.000. Sangat terjangkau, bukan?
Peringatan Risiko: Saham adalah instrumen High Risk, High Return. Harga bisa naik dan turun setiap detik. Gunakan “Uang Dingin” (uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan pokok) dan jangan panik saat pasar sedang merah.
Mulai perjalanan investasi Anda hari ini, dan biarkan uang bekerja untuk masa depan Anda!
Baca juga:















