koransakti.co.id- Manchester City resmi memulai lembaran baru di bawah komando juru taktik asal Italia, Enzo Maresca. Mantan pelatih Leicester City dan Chelsea tersebut mengemban tugas berat menggantikan posisi pelatih legendaris Pep Guardiola yang memutuskan mundur setelah mengukir sejarah manis selama satu dekade.
Di tengah dinamika perubahan struktur kepelatihan ini, bek andalan The Citizens asal Kroasia, Josko Gvardiol, menyuarakan optimisme tinggi. Ia menegaskan bahwa manajemen klub membuat keputusan tepat saat menunjuk Maresca, meskipun proses transisi taktis ini membutuhkan waktu agar berjalan maksimal.
Transisi Mulus dan Kesan Pertama Gvardiol Bersama Maresca
Maresca menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun di Etihad Stadium. Pengalaman sukses menjuarai EFL Championship bersama Leicester serta membawa Chelsea meraih trofi Piala Dunia Antarklub menjadi modal krusial bagi sang pelatih.
Laga perdana Maresca bersama Manchester City ditandai lewat pertandingan persahabatan pramusim di Hong Kong menghadapi Inter Milan. Meski laga berakhir dengan kekalahan lewat adu penalti, indikasi skema permainan baru mulai terlihat di lapangan.
Gvardiol mengungkapkan pandangannya terkait penunjukan nahkoda baru tersebut saat di wawancarai oleh BBC.
“Klub menetapkan standar yang sangat tinggi, sehingga penunjukan Maresca tentu berlandaskan alasan yang kuat. Ia membawa gagasan baru dan kompetensi luar biasa. Kami sedang mempelajari gaya main, pendekatan taktis, serta filosofi sepak bola yang ingin ia terapkan,” ujar Gvardiol.
Ia menambahkan bahwa seluruh skuad berkomitmen penuh untuk membantu proses adaptasi sang manajer. Dalam pertemuan perdananya, Gvardiol dan Maresca berdiskusi mengenai kondisi cedera sang pemain, peran taktis di era Guardiola, serta opsi penyesuaian peran dalam sistem baru.
Mengenang Akhir Era Pep Guardiola di Manchester City
Selain membahas kedatangan manajer baru, Gvardiol membeberkan dinamika ruang ganti menjelang perpisahan Pep Guardiola. Menurutnya, para pemain sudah merasakan bahwa masa kepemimpinan pelatih asal Spanyol tersebut akan segera berakhir.
Guardiola sempat ragu antara bertahan atau pergi pada musim 2024–2025, sebelum akhirnya memutuskan memperpanjang masa bakti untuk satu musim terakhir. Langkah tersebut di nilai memberikan momentum berharga bagi tim untuk memburu gelar tambahan.
“Ada yang menilai keputusan ini seharusnya disampaikan lebih awal, namun saya merasa waktunya sudah sangat pas. Jika diumumkan terlalu dini, kondisi psikologis tim bisa terpengaruh,” jelas Gvardiol.
Ia menganggap wajar jika Guardiola membutuhkan waktu istirahat setelah menguras energi selama sepuluh tahun di tingkat tertinggi.
Kepemimpinan Baru: Ruben Dias Siap Mengemban Ban Kapten
Perubahan besar di Manchester City tidak hanya terjadi pada posisi manajer. Kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid serta kepindahan John Stones ke Inter Milan menciptakan kekosongan pada struktur kepemimpinan tim.
Gvardiol, yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi lima tahun bersama klub, menyebut nama kandidat kuat pengganti kapten utama.
Ruben Dias sebagai Figur Utama: Gvardiol menilai bek tengah asal Portugal tersebut memiliki karakter kepemimpinan alami untuk memimpin skuad di dalam maupun di luar lapangan.
Dukungan pemain senior: Kepemimpinan baru membutuhkan sokongan dari para pemain yang sudah lama membela klub.
Kesiapan Pribadi: Gvardiol menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu ditunjuk untuk mengemban tanggung jawab dalam kelompok kapten tim.















