Home / Internasional / Olahraga

Senin, 2 Maret 2026 - 08:58 WIB

Hujan Gol di Olimpico: Comeback Fantastis Juventus Gagalkan Kemenangan AS Roma

koransakti - Penulis

Bek tangguh AS Roma, Evan Ndicka, merayakan selebrasi emosional setelah berhasil membobol gawang Juventus dalam drama enam gol di Stadion Olimpico.

Bek tangguh AS Roma, Evan Ndicka, merayakan selebrasi emosional setelah berhasil membobol gawang Juventus dalam drama enam gol di Stadion Olimpico.

koransakti.co.id- Stadion Olimpico menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling mendebarkan di panggung Serie A musim 2025/2026. Oleh karena itu, pertemuan antara AS Roma dan Juventus pada Senin dini hari WIB (2/3/2026) akan di kenang sebagai duel taktis yang penuh drama.

Secara khusus, laga ini menyajikan fluktuasi emosi bagi kedua pendukung saat skor berakhir imbang 3-3 melalui gol dramatis di masa injury time. Meskipun demikian, hasil ini memberikan dampak berbeda bagi kedua tim dalam perburuan posisi empat besar guna mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Hal ini menarik karena AS Roma sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul jauh dengan skor 3-1 hingga pertengahan babak kedua. Oleh sebab itu, kegagalan skuat asuhan Gian Piero Gasperini mempertahankan keunggulan menjadi catatan evaluasi yang mendalam bagi lini pertahanan Giallorossi.

Selain itu, mentalitas pantang menyerah yang di tunjukkan pasukan Juventus membuktikan bahwa persaingan di papan atas Liga Italia tetap kompetitif hingga menit terakhir. Sebagai tambahan, rincian jalannya pertandingan dan statistik posisi klasemen telah kami rangkum untuk memberikan gambaran utuh mengenai persaingan ketat di tanah Italia ini.

Oleh karena itu, hasil imbang ini membuat Roma tetap bertahan di peringkat ke empat dengan koleksi 51 poin, sementara Juventus harus rela turun ke posisi keenam dengan 47 poin. Dengan demikian, jarak antara kedua tim kini hanya terpaut empat angka, yang membuat sisa musim ini akan semakin panas.

Sebagai informasi, efektivitas serangan kedua tim terlihat sangat menonjol dalam laga ini, di mana hampir setiap peluang matang berhasil dikonversikan menjadi gol. Akhirnya, drama enam gol di Roma ini menegaskan bahwa Serie A tetap menjadi salah satu liga dengan intensitas permainan tertinggi di dunia.

Baca juga :   Strategi Rotasi Vincenzo Italiano: Bologna Hadapi Cagliari Tanpa Ravaglia dan Castro di Stadio Renato Dall'Ara

Jalannya Laga: Dominasi Giallorossi di Babak Pertama

Berikutnya, mari kita ulas kronologi pertandingan yang dimulai dengan tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan:

AS Roma yang bermain di hadapan publik sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Di bawah arahan Gasperini, Roma tampil dengan gaya menekan yang agresif. Peluang pertama datang melalui sang kapten, Lorenzo Pellegrini, meski tendangannya masih belum menemui sasaran. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39. Berawal dari visi cerdas Niccolo Pisilli, bola dialirkan dengan sempurna kepada Wesley Franca yang melepaskan sepakan akurat untuk mengubah skor menjadi 1-0. Keunggulan ini bertahan hingga jeda antarpelatihan.

Memasuki babak kedua, pertandingan berubah menjadi jauh lebih terbuka. Juventus hanya butuh dua menit setelah kick-off babak kedua untuk membalas. Francisco Conceicao menunjukkan kelasnya dengan tembakan spekulatif yang gagal diantisipasi pertahanan Roma di menit ke-47. Skor 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas.


Efektivitas Serangan dan Balasan Kilat

Selanjutnya, Roma memberikan respons instan terhadap gol penyeimbang tersebut. Hanya tujuh menit berselang, tepatnya pada menit ke-54, umpan silang melengkung dari Pellegrini disambut dengan tandukan bertenaga oleh Evan Ndicka. Stadion Olimpico bergemuruh saat papan skor menunjukkan angka 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Dominasi Roma seolah tak terbendung ketika Donyell Malen mencetak gol indah di menit ke-65. Memanfaatkan sodoran bola dari Manu Kone, Malen melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok gawang Mattia Perin. Skor 3-1 membuat banyak pihak mengira pertandingan sudah selesai untuk kemenangan Serigala Ibu Kota.


Comeback Dramatis “Si Nyonya Tua”

Berikutnya, Juventus membuktikan mengapa mereka dijuluki tim dengan mentalitas baja. Memasuki sepuluh menit terakhir, “Si Nyonya Tua” mulai menekan habis-habisan. Harapan muncul di menit ke-78 ketika Jeremie Boga menyambar bola muntah di depan gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Drama sesungguhnya terjadi pada masa tambahan waktu (90+3′). Di saat pendukung Roma bersiap merayakan kemenangan, kemelut terjadi di kotak penalti. Federico Gatti muncul sebagai pahlawan bagi Juventus setelah menyambar bola liar yang gagal dibuang dengan sempurna oleh lini belakang Roma. Skor berubah menjadi 3-3, sekaligus mengunci satu poin krusial bagi kedua tim.


Analisis Klasemen dan Dampak Taktis

Oleh karena itu, pembagian poin ini merubah konfiguasi klasemen sementara Serie A pekan ke-27:

Baca juga :   Prancis Resmi Akui Negara Palestina, Gelombang Pengakuan Internasional Menguat
TimPoinPosisiStatus
Inter Milan671Unggul Jauh
AS Roma514Zona Liga Champions
Juventus476Terpaut 4 Poin dari Roma

Poin-poin Penting Hasil Pertandingan:

  1. Kreativitas Pellegrini: Kapten Roma ini menjadi otak serangan dengan dua assist krusial yang hampir membawa kemenangan bagi timnya.

  2. Kerapuhan Lini Belakang: Roma kebobolan dua gol di 15 menit terakhir, menunjukkan penurunan fokus yang fatal di penghujung laga.

  3. Kekuatan Cadangan Juventus: Gol-gol balasan Juventus lahir dari skema serangan balik dan pemanfaatan bola mati yang sangat efektif.

  4. Persaingan Empat Besar: Hasil imbang ini menguntungkan tim lain seperti AC Milan dan Atalanta yang juga bersaing di zona Eropa.

  5. Peran Kiper: Mattia Perin melakukan beberapa penyelamatan penting di babak pertama yang mencegah skor menjadi lebih lebar bagi Roma.

Baca juga : Prikitiew Land Belum Balik Modal, Sule Tetap Pertahankan Tiket Murah dan Izin Bawa Bekal

Manchester United Tertarik Gaet Gelandang Villarreal Pape Gueye

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Olahraga

Petar Ratkov Gabung Lazio, Nilai Transfer Capai €13 Juta
Lawan Resistensi Nyamuk, WHO Rekomendasikan Kelas Alat Baru Pengendali Malaria

Internasional

Lawan Resistensi Nyamuk, WHO Rekomendasikan Kelas Alat Baru Pengendali Malaria

Olahraga

Reaksi Pemain Prancis Usai FIFA Tunjuk 5 Wasit Argentina di Piala Dunia 2026

Internasional

Jelang Pembebasan Sandera, Ratusan Ribu Warga Israel Puji Trump dan Cemooh Netanyahu
Pesta Bola Terbesar Dimulai! Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grup A-L

Internasional

Daftar Lengkap 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026 dan Pembagian Grup A-L

Bisnis

Buttonscarves ‘Taklukkan’ Paris, Sulap Kafe di Depan Menara Eiffel

Olahraga

Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Raih Emas Asian Games 2026, Presiden Prabowo Beri Apresiasi
Bungkam Vietnam 3-2, Timnas Futsal Indonesia Melenggang ke Final Piala AFF Futsal 2026

Internasional

Bungkam Vietnam 3-2, Timnas Futsal Indonesia Melenggang ke Final Piala AFF Futsal 2026