Home / Internasional / Kesehatan

Senin, 13 Oktober 2025 - 14:00 WIB

Lawan Resistensi Nyamuk, WHO Rekomendasikan Kelas Alat Baru Pengendali Malaria

koransakti - Penulis

Seorang petugas kesehatan memasang alat spatial emanator di sebuah rumah di Kenya. Alat ini menjadi harapan baru dalam pencegahan malaria. (Sumber: David Amollo/Unitaid/WHO)

Seorang petugas kesehatan memasang alat spatial emanator di sebuah rumah di Kenya. Alat ini menjadi harapan baru dalam pencegahan malaria. (Sumber: David Amollo/Unitaid/WHO)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi baru yang mendukung penggunaan spatial emanator, sebuah kelas intervensi baru untuk mengendalikan nyamuk penyebar malaria. Langkah ini dianggap sebagai terobosan penting di tengah meningkatnya resistensi insektisida di seluruh dunia.

Alat inovatif ini diharapkan dapat melengkapi metode pencegahan yang sudah ada, seperti kelambu berinsektisida (ITN) dan penyemprotan dalam ruangan.

Apa Itu Spatial Emanator dan Cara Kerjanya?

Spatial emanator, atau yang juga dikenal sebagai pengusir spasial, adalah alat yang memancarkan bahan aktif ke udara untuk membunuh nyamuk, menghalangi mereka masuk ke dalam ruangan, dan mencegah mereka menemukan serta menggigit manusia.

Keunggulan utamanya adalah alat ini mampu memberikan perlindungan tambahan pada siang hari, saat penghuni rumah sedang beraktivitas dan tidak berada di bawah kelambu.

Sejalan dengan rekomendasi ini, WHO juga telah melakukan prakualifikasi terhadap dua produk spatial emanator pertama, yaitu Mosquito Shield dan Guardian, yang diproduksi oleh SC Johnson & Son, Inc. Kedua produk ini memancarkan bahan aktif transfluthrin dan terbukti efektif hingga 1 bulan untuk Mosquito Shield dan 12 bulan untuk Guardian.

Baca juga :   Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan Cetak Rekor Langka 16 Tahun

baca di WHO WHO recommends spatial emanators for malaria vector control and prequalifies first two products

Inovasi Penting di Tengah Stagnasi

Perkembangan ini disambut baik oleh para ahli kesehatan global. Perlawanan terhadap malaria dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan akibat meningkatnya resistensi nyamuk terhadap insektisida dan perubahan perilaku nyamuk.

“Rekomendasi ini membuka pintu bagi intervensi baru untuk program pengendalian malaria nasional pada saat inovasi sangat dibutuhkan,” kata Dr. Daniel Ngamije dari WHO.

Hal senada diungkapkan oleh Dr. Philippe Duneton, Direktur Eksekutif Unitaid. “Spatial emanator adalah kelas intervensi pengendalian vektor baru yang pertama dalam beberapa dekade, menawarkan pendekatan baru untuk melindungi orang-orang yang berisiko,” ujarnya.

Baca juga :   WHO Rilis Panduan Baru untuk Hentikan Kematian Akibat Pendarahan Pasca-Persalinan

Masih Ada Catatan dan Penelitian Lanjutan

Meskipun merupakan langkah maju yang besar, WHO memberikan rekomendasi ini dengan status “bersyarat”. Artinya, alat ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai tambahan, bukan pengganti kelambu berinsektisida.

Beberapa celah bukti masih perlu diteliti lebih lanjut, seperti efektivitasnya jika digunakan sendiri, potensinya untuk melindungi orang di luar ruangan, serta perannya dalam mengelola resistensi insektisida. Selain untuk malaria, spatial emanator juga sedang dievaluasi potensinya untuk mengurangi penularan virus dengue dan arbovirus lainnya.

baca juga Awal Pekan Hoki! Ini 20+ Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 13 Oktober 2025 – Koran Sakti

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

5 Buah Rendah Gula yang Aman dan Sehat untuk Penderita Diabetes

Internasional

Dunia Internasional Mulai Bersuara soal Tindakan Israel di Gaza

Kesehatan

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Diduga Akibat Campak, Sempat Alami Demam dan Sesak Napas

Kesehatan

Angka Campak di Indonesia Turun, Kemenkes Catat 231 Kasus dalam Sepekan
Dominasi London Utara: Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 di Debut Pahit Igor Tudor

Internasional

Dominasi London Utara: Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 di Debut Pahit Igor Tudor

Internasional

GWM Siapkan Supercar Hybrid 1.000 HP Penantang Ferrari SF90, Harga Setengahnya!

Kesehatan

Hari Bhayangkara ke-79, Polres Metro Tangerang Kota Selenggarakan Bakti Kesehatan Operasi Mata Katarak Gratis

Artikel

7 Minuman Sehat Penurun Asam Lambung: Segar, Aman, dan Bikin Perut Nyaman