Home / Internasional / Kesehatan / Pemerintahan

Rabu, 8 Oktober 2025 - 17:33 WIB

Belajar dari Pandemi, WHO Rilis Panduan bagi Pemerintah untuk Ambil Keputusan Karantina

koransakti - Penulis

Panduan PHSM Decision Navigator dari WHO dirancang untuk membantu pemerintah di seluruh dunia membuat keputusan yang sulit selama krisis kesehatan. (Sumber: WHO)

Panduan PHSM Decision Navigator dari WHO dirancang untuk membantu pemerintah di seluruh dunia membuat keputusan yang sulit selama krisis kesehatan. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Belajar dari kompleksnya pengambilan keputusan selama pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan sebuah panduan baru yang pertama di dunia. Panduan yang dinamakan PHSM Decision Navigator ini dirancang khusus untuk membantu pemerintah dalam membuat keputusan sulit terkait kebijakan kesehatan masyarakat dan sosial (Public Health and Social Measures – PHSM).

PHSM mencakup berbagai tindakan non-farmasi seperti karantina, isolasi, penggunaan masker, pembatasan perjalanan, dan penutupan sekolah atau tempat kerja.

Mengapa Pengambilan Keputusan PHSM Sangat Sulit?

WHO mengakui bahwa selama krisis kesehatan yang berkembang pesat, para pemimpin seringkali harus mengambil keputusan krusial di tengah informasi yang tidak lengkap dan tekanan publik serta politik yang sangat besar.

Baca juga :   BWSS VI Jambi Realisasikan Puluhan Proyek Irigasi di Kerinci

Pemerintah dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, misalnya antara kebijakan yang efektif namun mengganggu tatanan sosial, atau kebijakan yang bermanfaat bagi kesehatan publik namun merugikan ekonomi. Tantangan inilah yang mendorong WHO untuk menciptakan sebuah kerangka kerja yang sistematis.

Apa yang Ditawarkan PHSM Decision Navigator?

PHSM Decision Navigator menyediakan pendekatan yang terstruktur, berbasis bukti, dan mempertimbangkan risiko untuk membantu pemerintah merancang, menyeimbangkan, dan mengadaptasi kebijakan PHSM. Secara spesifik, panduan ini membantu para pengambil keputusan untuk:

  • Menjembatani bukti ilmiah dengan tindakan nyata di lapangan.
  • Menyeimbangkan manfaat kesehatan dengan konsekuensi negatif yang mungkin timbul.
  • Memperkuat pertimbangan etis dan memastikan kebijakan yang adil.
  • Meningkatkan kemampuan adaptasi dalam situasi yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Baca juga :   Libatkan 22 Negara, WHO Gelar Pelatihan Online Perdana untuk Wujudkan Kota yang Lebih Sehat

Bisa Digunakan untuk Semua Ancaman Kesehatan

Panduan ini bersifat “threat-agnostic”, yang berarti tidak hanya dirancang untuk pandemi COVID-19, tetapi dapat digunakan untuk berbagai jenis darurat kesehatan di masa depan. Kerangka kerjanya yang fleksibel dapat diterapkan pada wabah penyakit menular apa pun.

WHO mendorong para pembuat kebijakan dan otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk mempelajari Navigator ini dan mengintegrasikannya ke dalam rencana kesiapsiagaan dan respons darurat mereka. Dengan demikian, diharapkan di masa depan, setiap keputusan yang diambil dapat melindungi nyawa sekaligus menjaga keberlangsungan hidup masyarakat secara lebih baik.

baca juga WHO Luncurkan Forum Uji Klinis Global, Indonesia Masuk Jajaran Anggota Pendiri – Koran Sakti

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Budaya

5 Lokasi Ikonik di Dunia Nyata yang Wajib Dikunjungi Penggemar Anime

Nasional

Tim Verifikator Kementerian LH Lakukan Verifikasi Proklim di Desa Talang Lindung, Pertanian Organik Salah Satu yang Jadi Perhatian 

Internasional

Tensi Meningkat, Rumania Jadi Negara NATO Kedua yang Deteksi Drone Rusia

Kesehatan

HUT Ke 79, Persit KCK Cabang XXV Kodim 0417/Kerinci Gelar Donor Darah.

Pemerintahan

DPRD Sungai Penuh dan Pemkot Perkuat Sinergi Lewat Buka Puasa Bersama Ramadan
Petaka Menit Akhir: Mengapa Liverpool Menjadi "Raja" Kekalahan di Injury Time Premier League?

Internasional

Mengapa Liverpool Menjadi “Raja” Kekalahan di Injury Time Premier League?

Daerah

Satgas Yonif 144/JY Laksanakan Pelayanan Kesehatan Keliling

Pemerintahan

Pembangunan Pasar Beringin Jaya, Dalam Proses Evaluasi dan Asistensi