Home / Olahraga

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:59 WIB

Perpisahan Manis Kaori Sakamoto: Taklukkan Rasa Takut, Amankan Posisi Kedua di Olimpiade 2026

koransakti - Penulis

Kaori Sakamoto saat membawakan program pendek emosionalnya di Milan-Cortina 2026. Penampilan ini menjadi catatan sejarah bagi karier panjang sang ratu skating Jepang.

Kaori Sakamoto saat membawakan program pendek emosionalnya di Milan-Cortina 2026. Penampilan ini menjadi catatan sejarah bagi karier panjang sang ratu skating Jepang.

koransakti.co.id- Momen penuh emosi menyelimuti arena figure skating pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. Oleh karena itu, mata dunia tertuju pada Kaori Sakamoto yang baru saja menyelesaikan program pendek (SP) terakhirnya di panggung Olimpiade dengan raihan 77,23 poin. Secara khusus, keberhasilan menempati posisi kedua ini terasa sangat istimewa karena Sakamoto mencetak sejarah sebagai wanita Jepang pertama yang mampu tampil di tiga edisi Olimpiade secara berturut-turut.

Hal ini menarik karena sebelum naik ke lintasan es, atlet kelahiran Kobe ini sempat mengungkapkan rasa takut yang mendalam hingga menitikkan air mata. Oleh sebab itu, penampilannya yang bertajuk “Time to Say Goodbye” menjadi simbol ketangguhan mentalnya dalam mengubah kecemasan menjadi kekuatan artistik yang megah. Selain itu, kembalinya kolaborasi Sakamoto dengan koreografer Benoit Richaud terbukti memberikan sentuhan kematangan yang luar biasa, memadukan gaya skating dinamis dengan ekspresi yang lebih lembut namun tetap bertenaga. Sebagai tambahan, tabel di bawah ini akan merangkum perjalanan karier gemilang Kaori Sakamoto hingga puncaknya di musim 2026.

Baca juga :   Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Turun Peringkat, Disalip Malaysia

Oleh karena itu, status Sakamoto sebagai pembawa bendera Jepang di Milan tahun ini kian mempertegas posisinya sebagai ikon olahraga nasional. Dengan demikian, keputusan untuk bekerja sama kembali dengan Richaud di musim terakhirnya menjadi langkah tanpa penyesalan yang membuahkan hasil manis. Sebagai informasi, setelah meraih medali di Beijing 2022 dan mendominasi kejuaraan dunia tiga tahun terakhir, Sakamoto telah memutuskan untuk pensiun setelah musim ini berakhir. Akhirnya, kita semua menantikan bagaimana sang legenda akan menutup lembaran kariernya di program bebas nanti.


Jejak Prestasi Kaori Sakamoto di Panggung Dunia

Berikutnya, mari kita ulas kembali perjalanan luar biasa atlet berusia 25 tahun ini dari masa ke masa:

Ajang / KompetisiTahunPencapaian / Prestasi
Kejuaraan Dunia Junior2017Medali Perunggu
Olimpiade PyeongChang2018Peringkat 6 (Individu)
Olimpiade Beijing2022Medali Perak (Beregu) & Perunggu (Individu)
Kejuaraan Dunia2022-2024Tiga Gelar Juara Dunia Berturut-turut
Olimpiade Milan-Cortina2026Posisi 2 (Program Pendek – Sementara)
Baca juga :   Debut Memukau di Buriram: Veda Ega dan Mario Aji Tembus 10 Besar Kualifikasi MotoGP Thailand 2026

Fakta Menarik Penampilan Terakhir Kaori Sakamoto

Selanjutnya, terdapat beberapa poin penting di balik kesuksesan program pendek Sakamoto di Milan:

  1. Pertama, lagu “Time to Say Goodbye” dipilih secara khusus untuk menandai musim terakhirnya sebelum resmi gantung sepatu dari kompetisi profesional.

  2. Kemudian, koreografi garapan Benoit Richaud berhasil menonjolkan jati diri Sakamoto yang dikenal memiliki luncuran es (skating) yang cepat dan lompatan yang kokoh.

  3. Lalu, meskipun diliputi rasa takut yang luar biasa saat latihan resmi, ia mampu menunjukkan performa teknis yang hampir tanpa cela di hadapan juri.

  4. Akhirnya, dukungan publik di Milan serta statusnya sebagai veteran di tim Jepang memberikan atmosfer haru sekaligus bangga di sepanjang penampilannya.

Berita ini 58 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Sejarah Baru! Vietnam Tembus Piala Dunia U-17 2026, Netizen Indonesia Ikut Berpesta
Krisis Cedera Terlama: Kylian Mbappe Diragukan Tampil Hadapi Man City di Liga Champions

Olahraga

Krisis Cedera Terlama: Kylian Mbappe Diragukan Tampil Hadapi Man City di Liga Champions

Nasional

Momen Kontroversial Persib di Laga Kontra Borneo FC

Internasional

Isyarat Kuat Katia Aveiro: Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal

Internasional

Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026 dan Cetak Rekor Langka 16 Tahun
390 Personel Amankan Laga Bhayangkara FC vs Persija di Bandar Lampung

Nasional

390 Personel Amankan Laga Bhayangkara FC vs Persija di Bandar Lampung

Internasional

Piala Asia 2027: Format Kualifikasi dan Peluang Timnas Indonesia

Olahraga

Duel Hidup Mati Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Bidik Final Four, bjb Tandamata Jaga Gengsi