Home / Daerah / Hukum / Kriminal

Kamis, 25 September 2025 - 20:19 WIB

Polda Sumbar Gagalkan Perdagangan 24,2 Kg Sisik Trenggiling, Bisa Jadi Bahan Sabu

koransakti - Penulis

Polda Sumbar menggelar jumpa pers pengungkapan kasus dugaan perdagangan gelap bagian satwa dilindungi di Padang pada Kamis (25/9/2025). (Sumber: ANTARA/Fathul Abdi)

Polda Sumbar menggelar jumpa pers pengungkapan kasus dugaan perdagangan gelap bagian satwa dilindungi di Padang pada Kamis (25/9/2025). (Sumber: ANTARA/Fathul Abdi)

koransakti.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) berhasil mengungkap kasus besar dugaan perdagangan gelap bagian tubuh satwa dilindungi. Dalam operasi ini, polisi menyita barang bukti berupa sisik trenggiling seberat 24,2 kilogram dan menangkap dua orang pelaku.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, dalam jumpa pers di Padang, Kamis (25/9). Ia menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari Operasi Thunder 2025 yang digelar serentak oleh Mabes Polri.

Penangkapan Dua Pelaku di Padang

Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Andry Kurniawan, menjelaskan bahwa kedua pelaku ditangkap di Jalan Raya Nanggalo, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang pada Selasa (23/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga :   Mengenal Celepuk: Si Burung Hantu Mungil Penjaga Ekosistem Indonesia

Kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah DW (53), warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan B (50), warga Kabupaten Pesisir Selatan.

“Peran tersangka DW adalah sebagai orang yang menyimpan dan memiliki sisik trenggiling, sedangkan B berperan mencarikan pembeli untuk DW,” ungkap Kombes Pol Andry Kurniawan.

Bisa Diolah Menjadi Bahan Narkoba

Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus ini. Kombes Pol Andry Kurniawan menyatakan bahwa sisik trenggiling kini tidak hanya diburu untuk pengobatan tradisional, tetapi juga bisa disalahgunakan sebagai bahan dasar pembuatan narkotika jenis sabu-sabu.

Baca juga :   Kapolda Jambi Tegaskan Untuk Memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin Perlu Melibatkan Semua Pihak Terkait

“Dalam perkembangan terkini, sisik trenggiling juga bisa dijadikan bahan dasar pembuatan sabu-sabu, maka ini berbahaya jika sempat terjual,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk menyelamatkan satwa dari kepunahan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolda Sumbar dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengusut tuntas jaringan yang terlibat.

Berita ini 43 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Wako Ahmadi Hadiri Apel kehormatan & Renungan Suci Dalam Rangka HUT Kemerdekaan NKRI

Advetorial

Wako Ahmadi Resmikan BUMDesa Progresif Desa Sumur Anyir

Advetorial

Sekda Kerinci, Zainal Efendi Membuka Secara Resmi Bhakti Sosial Sunatan Massal ke IX tahun 2022

Sungai Penuh

Satgas Kerahkan dan Pantau Alat Berat di Lokasi Jalan Baru di Sungai Jernih

Jambi

Polda Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah, 16,5 Ton Beras Disalurkan 

Apple

MacBook Neo: Laptop Canggih Apple dengan Harga Terjangkau, Akhirnya Bukan Cuma Mimpi!

Politik

AZ-FER Masih Sangat Bertuah Di Hamparan Besar Tanah Rawang

Budaya

Festival Budaya Kerinci 2026 Digelar 22–25 Oktober, Angkat Ragam Tradisi dan Seni Lokal