Home / Edukasi / Inspiratif

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:21 WIB

Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. Di Undang Sebagai Pembicara Konferensi Ekonomi Islam International Di University Of Ottawa.

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta – Semangat menulis yang tumbuh subur setelah kembali dari program Indonesian Scientist Group di University of Melbourne, Australia, tidak pernah benar-benar padam dalam diri Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. Justru pengalaman akademik di negeri Kanguru itu menjadi titik balik yang memperluas cakrawala intelektualnya.

Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. mulai menyadari bahwa dunia akademik internasional bukanlah ruang yang jauh dan asing bagi seorang dosen dari Indonesia, melainkan ruang terbuka yang dapat di masuki melalui gagasan, tulisan, dan keberanian intelektual.

Dari sanalah semangatnya untuk terus menulis, meneliti, dan mengikuti forum-forum ilmiah internasional semakin membara.

Dalam pencariannya terhadap konferensi akademik global, ia sempat menelusuri peluang di University of Toronto, Kanada. Namun, takdir intelektual justru membawanya ke sebuah konferensi ekonomi Islam internasional yang di selenggarakan di University of Ottawa.

Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. segera menghubungi panitia konferensi dan, di luar dugaan, komunikasi berlangsung sangat hangat dan terbuka. Panitia meminta dirinya mengirimkan lima halaman paper riset sebagai syarat utama untuk menjadi presenter dalam forum tersebut.

“Lima halaman paper itu mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun, bagi saya lima halaman itu menjadi simbol penting tentang kekuatan ilmu pengetahuan.
Saya menyusunnya dengan penuh kesungguhan, ketelitian, dan dedikasi akademik. Hingga akhirnya, kabar yang di tunggu itu datang: paper tersebut di terima, dan ia resmi di undang sebagai pembicara internasional di Kanada.” ujar Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. kepada awak media , Rabu (03/05/2026)

Sebagian biaya keberangkatannya di dukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sementara sisanya berasal dari dana pribadi yang masih tersisa dari perjalanan akademiknya sebelumnya ke Australia.

Perjalanan menuju Kanada bukan sekadar perjalanan geografis, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual.

Selama berada di sana, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. menyaksikan secara langsung wajah masyarakat multikultural yang hidup dalam keteraturan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Baca juga :   5 Ciri Ikan Berformalin yang Wajib Anda Kenali Demi Kesehatan Keluarga

Kota Montreal meninggalkan kesan mendalam dalam benaknya. Kota itu hidup dalam dua bahasa besar—Inggris dan Prancis—tetapi tetap berjalan harmonis dalam ritme sosial yang tertib dan modern.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah kunjungannya ke McGill University, salah satu universitas paling prestisius di Kanada dan dunia. Kampus itu bukan tempat asing dalam imajinasi intelektualnya, sebab di sanalah tokoh besar Indonesia seperti Harun Nasution pernah belajar dan membangun fondasi pemikiran Islam modern Indonesia.

Walaupun kunjungannya tidak bersifat resmi, ia tetap di sambut dengan baik oleh staf kampus.
Ia berjalan menyusuri lorong-lorong akademik, melihat Gedung John F. Kennedy dan membayangkan jejak langkah para ilmuwan Muslim Indonesia yang pernah menimba ilmu di tempat itu.

Ada rasa haru yang sulit di jelaskan ketika seorang dosen dari pelosok Indonesia berdiri di ruang-ruang akademik dunia yang selama ini hanya hadir dalam buku dan cerita.

Perjalanan itu berlanjut ke Toronto dan Ontario—kota-kota besar yang di penuhi mobilitas, dinamika, dan denyut modernitas global. Ia juga menyempatkan diri untuk naik ke National Tower of Canada, memandang lanskap kota dari ketinggian, sembari merenungkan betapa luasnya dunia dan betapa kecilnya manusia di hadapan ilmu pengetahuan dan ciptaan Tuhan.

Namun, pengalaman paling simbolik terjadi ketika ia mengunjungi Niagara Falls.
Air terjun raksasa yang menjadi perbatasan Kanada dan Amerika Serikat itu menghadirkan kesan spiritual yang mendalam.

Deru air yang jatuh tanpa henti seolah menjadi metafora tentang waktu, kehidupan, dan kebesaran Tuhan yang melampaui batas-batas negara.

Di tempat itu pula, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. membeli Visa on Arrival dan menyeberangi jembatan menuju Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

Forum-forum internasional yang ia ikuti mengajarkan kepadanya bahwa dunia terlalu luas untuk di pahami dengan cara berpikir yang sempit.

Dari percakapan-percakapan akademik lintas bangsa, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. belajar menghargai perbedaan, menerima keberagaman, dan membangun cultural understanding yang lebih mendalam.
Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. menyadari bahwa ilmu pengetahuan sejatinya adalah ruang perjumpaan kemanusiaan, bukan arena kesombongan intelektual.

Perjalanan akademik internasional memberinya banyak intangible benefits yang tidak dapat di ukur secara material: kepuasan batin, kematangan berpikir, keseimbangan psikologis, kemampuan menulis dan berbicara yang semakin terasah, serta jejaring persahabatan lintas budaya yang terus terjalin hingga hari ini.

Semua pengalaman itu membentuk dirinya bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai manusia yang lebih terbuka dan reflektif.

Pada tahun 2012, Ia menjadi Fellow Research pada Pusat Agama dan Masyarakat (CRSC) atas undangan dari Prof. Paul Bramadat, Ph.D Direktur CRSR, Unic Victroia, CA

Setelah pulang dari perjalanan ilmiah ke Kanada, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. mendapat kepercayaan untuk mendapatkan grant akademik, dan salah satu yang paling bergengsi adalah ISFIS (International Seminar on Islamic Studies)—program dari Kementerian Agama RI yang membuka jalan bagi para dosen Indonesia untuk tampil di forum-forum internasional, mempresentasikan hasil riset terbaik mereka.

Program ISFIS bukan sekadar seminar, melainkan seleksi yang sangat ketat.

Baca juga :   Melihat Industri Bunga Tulip di Belanda

Ribuan dosen dari seluruh Indonesia bersaing setiap tahun, namun hanya segelintir yang berhasil lolos.

Melalui bantuan teman dan kolega internasional, Prof. Dr. Muhammad, M.Ag. akhirnya mendapatkan LoA dari Oxford University, salah satu universitas paling prestisius di dunia.

Rasanya seperti mimpi.
>Prof Dr Muhammad tak hanya akan hadir di konferensi internasional, tapi juga akan menginjakkan kaki dan berdialog akademik di Lady Margaret Hall, Oxford University, Inggris.

Baca juga : Mengenal Sosok Prof. DR. Muhammad, M.Ag, Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Inspiratif

Kepala BPS Surabaya Raih Peringkat II Nasional di Anugerah HSN 2025

Inspiratif

Hadiri Wisuda STIA-NUSA, Hutri Randa Motivasi Wisudawan Sekaligus Jalin Silaturahmi sebagai Alumni
Panduan Lengkap Ramadan 2026: Bacaan Niat Puasa, Doa Sahur, dan Keutamaannya

Agama

Bacaan niat puasa & doa sahur Ramadan 2026. Lengkap Arab, Latin, & artinya untuk panduan ibadah harian Anda.
MTQ Desa Talang Lindung Resmi Dibuka Bertepatan HUT ke-1 PT Trend Gen Horizone

Inspiratif

MTQ HUT ke-1 PT Trend Gen Horizone di Talang Lindung Resmi Dibuka
Kayu Gaharu, Tanaman Favorit Nabi Muhammad yang Kini Terancam Punah

Edukasi

Kayu Gaharu, Tanaman Favorit Nabi Muhammad yang Kini Terancam Punah
Rumah Segar Bebas Jamur: 8 Tanaman Hias Penyerap Lembap Alami

Inspiratif

Rumah Segar Bebas Jamur: 8 Tanaman Hias Penyerap Lembap Alami
Panduan Terbaru 2026: Cara Cek NISN Secara Mandiri Melalui Portal Kemdikbud dan Kaitannya dengan Pencairan PIP

Edukasi

Panduan Terbaru 2026: Cara Cek NISN Secara Mandiri Melalui Portal Kemdikbud dan Kaitannya dengan Pencairan PIP

Inspiratif

RS Melati dan Rutan Sungai Penuh Bedah Rumah Warga Talang Lindung, Wujud Nyata Kolaborasi Sosial untuk Masyarakat