koransakti.co.id, Garut- Kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (17/9/2025), dengan mayoritas korban berasal dari Kecamatan Kadungora.
Dari total korban, 177 siswa mengalami gejala ringan, sementara 19 siswa lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Kadungora.
Kasus ini bermula setelah para siswa mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dikelola dapur SPPG Yayasan Al Bayyinah 2 Garut, berlokasi di Desa Karangmulya.
Hidangan yang disajikan berupa nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan buah stroberi.
Tak lama setelah menyantap makanan tersebut sejumlah pelajar mulai merasakan mual, muntah, serta pusing.
Gejala yang dialami para siswa tidak mereda hingga keesokan harinya. Akibatnya, belasan anak harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara ratusan siswa lainnya menjalani observasi dan perawatan jalan.
Pihak sekolah bersama aparat terkait langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut untuk melakukan penanganan cepat.
Sampel makanan pun telah diambil untuk diperiksa laboratorium, guna memastikan sumber penyebab keracunan massal ini.
Peristiwa tersebut membuat orang tua siswa khawatir sekaligus menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kebersihan dan keamanan makanan yang disediakan di sekolah.
Pemerintah daerah diminta segera mengevaluasi standar pengolahan makanan, khususnya pada program MBG, agar kejadian serupa tidak terulang lagi
Hingga Rabu malam, kondisi sebagian besar siswa dilaporkan mulai membaik, meski puluhan lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas.
Sementara itu Pemerintah daerah menyatakan akan menanggung penuh biaya pengobatan seluruh korban.***















