koransakti.co.id – Dari developer yang biasa membuat game balap anak-anak seperti Paw Patrol Grand Prix, hadir sebuah game yang tak terduga: Formula Legends. Ini adalah game balap arcade yang terinspirasi dari Formula 1, namun disajikan dengan gaya visual yang imut dan seperti mainan.
Meski terlihat sederhana, Formula Legends adalah sebuah surat cinta yang tulus untuk sejarah panjang F1. Game ini berhasil menyajikan konten yang sangat kaya dan menawan, namun sayangnya pengalaman bermainnya sedikit terganggu oleh beberapa masalah teknis.
Perjalanan 7 Dekade Sejarah F1
Kekuatan terbesar Formula Legends terletak pada mode karirnya yang ambisius. Game ini mengajak pemain untuk balapan melintasi tujuh dekade sejarah F1, mulai dari era 1960-an hingga mobil modern saat ini. Setiap dekade dibagi lagi menjadi beberapa era, di mana model mobil, tim, dan pembalap terus berubah.
Karena tidak memiliki lisensi resmi, game ini menggunakan nama-nama plesetan yang lucu untuk para pembalap legendaris, seperti “Luis Hammerton”, “Mike and Malf Shoemaker”, dan “Dave Coulthsoft”, yang justru menambah pesona tersendiri. Suara mesin mobil pun berubah drastis di setiap era, mulai dari raungan mesin V10 yang ganas hingga suara mesin V6 turbo-hybrid modern yang lebih senyap.
Lintasan yang Berevolusi Seiring Waktu
Salah satu detail terbaik dalam game ini adalah bagaimana desain lintasannya ikut berevolusi. Sirkuit-sirkuit ikonik seperti “Spa” dan “Monza” memiliki hingga tiga versi: vintage, klasik, dan modern. Versi vintage dipenuhi tumpukan jerami sebagai pembatas, sementara versi modernnya memiliki sirkuit yang megah dan aman.
Developer 3DClouds bahkan menyediakan filter visual opsional untuk memberikan nuansa film jadul atau TV tabung pada balapan di era-era lama, menunjukkan kecintaan mereka pada detail.
Masalah di Balik Kemudi
Sayangnya, di atas lintasan, Formula Legends tidak selalu mulus. Masalah terbesar terletak pada sistem handling atau kemudi yang terasa kurang responsif dan agak lambat (laggy). Hal ini membuat manuver-manuver cepat seperti melewati tikungan chicane terasa sangat frustasi.
Selain itu, AI lawan juga sangat tidak konsisten. Di beberapa sirkuit, mereka terlalu mudah dikalahkan, namun di sirkuit lain (seperti “Monako”), mereka bisa menjadi super cepat tanpa alasan yang jelas. Masalah ini diperparah dengan tidak adanya mode multiplayer, sehingga pemain tidak punya pilihan selain berhadapan dengan AI yang terkadang menyebalkan.
Kesimpulan dan Skor
Formula Legends adalah sebuah ide yang brilian, dieksekusi dengan banyak pesona dan konten yang luar biasa kaya untuk para penggemar sejarah F1. Namun, pengalaman balapnya yang menjadi inti permainan terganggu oleh handling yang kurang presisi dan AI yang tidak seimbang.
IGN memberikan skor 7/10 (Good). Ini adalah game yang sangat adiktif dan menawan, terutama jika Anda bisa bersabar dengan kekurangan-kekurangannya.
Baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti














