koransakti.co.id – Seri Resident Evil memiliki sejarah panjang dalam mencari keseimbangan yang tepat antara unsur horor dan aksi. Melalui judul kesembilannya, Resident Evil Requiem, Capcom berhasil menyatukan kedua elemen tersebut dengan cara yang unik, yakni dengan menggabungkan dua pengalaman bermain yang berbeda dalam satu paket. Game ini seolah menjadi dua permainan yang berjalan secara paralel, di mana satu sisi menawarkan horor yang lambat dan mencekam, sementara sisi lainnya menyajikan aksi cepat yang memicu adrenalin.
Grace Ashcroft: Teror Horor di Rumah Sakit Misterius

(Foto: gamespot.com/koransakti.co.id)
Sisi pertama dari permainan ini berfokus pada Grace Ashcroft, seorang analis FBI biasa yang harus bertahan hidup di sebuah rumah sakit yang juga menjadi fasilitas riset rahasia. Bagian ini mengadopsi formula klasik Resident Evil, di mana kamu harus menjelajahi lorong-lorong gelap dengan senjata dan amunisi yang sangat terbatas. Grace yang tidak memiliki kemampuan fisik sehebat tentara terlatih membuat setiap pertemuan dengan monster terasa sangat mengancam dan nyata.
Zombie yang kamu hadapi kini tampil lebih berbahaya karena mereka masih memiliki sisa-sisa memori saat masih hidup. Kamu mungkin akan menemukan zombie pelayan yang sedang membersihkan kamar mandi atau zombie koki di dapur, yang membuat gerakan mereka sulit di prediksi saat menyerang. Selain itu, adanya ancaman “Blisterheads”—zombie yang bangkit kembali dengan kekuatan lebih besar—menambah ketegangan setiap kali kamu melewati mayat yang sudah di kalahkan.
Leon S. Kennedy: Aksi Brutal dan Kembalinya Raccoon City
Di sisi lain, kamu akan kembali mengendalikan Leon S. Kennedy yang membawa nuansa aksi ala Resident Evil 4. Leon memiliki kemampuan bertarung yang lebih mumpuni, termasuk penggunaan kapak kecil yang bisa di gunakan untuk menangkis serangan lawan atau menghabisi musuh dengan cepat agar tidak bangkit kembali. Bagian Leon menonjolkan kekacauan pertempuran, di mana lingkungan sekitar sering kali bisa di manfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi gerombolan musuh.
Salah satu momen paling menarik adalah kembalinya pemain ke Raccoon City yang hancur. Meskipun terasa sangat bernostalgia, petualangan di kota ini tetap di sajikan dengan kualitas grafis modern yang memukau. Namun, fokus yang terlalu besar pada masa lalu terkadang membuat beberapa bagian permainan terasa sangat akrab bagi para penggemar lama seri ini.
Kelebihan dan Kekurangan Mekanisme Permainan
Meskipun menyajikan atmosfer yang luar biasa, Resident Evil Requiem memiliki beberapa catatan pada bagian teka-teki. Sebagian besar teka-teki di dalam game ini di nilai terlalu sederhana dan kurang menantang kemampuan berpikir pemain karena petunjuk penyelesaiannya sering kali di temukan terlalu cepat. Selain itu, ada beberapa bagian dalam permainan yang mungkin terasa membingungkan karena kurangnya arahan mengenai tujuan yang harus di capai.
Secara keseluruhan, Capcom telah berhasil mengasah formula Resident Evil hingga ke titik puncaknya melalui Requiem. Walaupun game ini sangat bersandar pada kesuksesan masa lalu dan nostalgia, kualitas eksekusinya hampir sempurna bagi siapa saja yang merindukan kombinasi horor dan aksi yang solid. Tetaplah bersama koransakti untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai tips, trik, dan ulasan game menarik lainnya setiap hari.
Baca juga: Review Reanimal: Teror Psikologis Mencekam yang Melampaui Little Nightmares















