Oleh : DEDI ASIKIN
koransakti.co.id- Malam hari menjelang operasi dan detik detik jarum suntik (bius lokal menyuntik punggung saya tak henti hentinya melapalkan wirid atau tasbih itu
“Lahaulawala quwwata illabillah hil aliyul adzim”
Hamba (manusia) tidak memilki kekuatan apapun selain karena pertolongan Allah yang maha tinggi dan maha Agung.
Wirid itu merupakan bagian dari hadits-hadits Bukhori Muslim yang insyaallah di jamin keshohihannya.
Menurut laman NU ONLINE Riwayatnya berasal dari Abdullah bin Qais, salah seorang sahabat dan murid rosul di madrasah.
Yang pertama dilakukan rosul sesampainya di Madinah adalah membangun Masjid (Nabawi).
Di Masjid yang berukuran 1000 m2 itu rosul memisahkan ruangan sekitar 200m2. Disana di dirikan Pusat Pendidikan Islam yang pertama di Arab bahkan di dunia. Di beri nama Al Suffah. Ini merupakan lembaga pendidikan Islam ke-dua setelah Darul Arqom di Mekkah.
Di madrasah Al Suffah angkatan pertama ada beberapa nama Abdullah. Ada Abdulah bin Umar Chatab, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Amr binAsh dan Abdillah bin Qais
Suatu ketika ketika Abdullah bin Qais sakit keras, rosul memanggilnya dan bersabda
“Hai Abdullah bin Qais maukah kuajarkan doa agar kau mendapat pahala di yaumal akhir dan kenikmatan didunia. Bacalah doa
Lahaulawala quwwata illabillah hil aliyul adzim.
Lalu sekarang dia itu menjadi bacaan sehari hari ummat Islam yang menderita sakit, mendapat malapetaka atau bencana. Itu merupakan pengakuan tentang kelemahan manusia menghadapi cobaan hidup
Tidak memiliki kekuatan apapun selain kerena pertolongan Allah.
Dan itulah yang saya ucapkan sepanjang malam sampai di meja bedah operasi. Saking tidak berdaya dan benar benar ‘ berharap pertolongan. Saya sempat menjerit dan mengeluarkan air mata
Ya Allah Gusti pangeran abdi tulungan abdi Gusti. Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Lahaola wala quwwata illabillah hil aliyul adzim.
Tapi tak selalu doa’ di kabulkan secara seketika. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita. Yang harus dilakukan sabar, pasrah dan tak henti berdoa
Insyaallah suatu ketika dua hal bisa kita raih. Pahala surga dan kenikmatan dunia***















