Home / Bencana / Padang

Rabu, 23 September 2026 - 04:30 WIB

Tinjau Langsung Banjir Bandang Solok, Mahyeldi Fokuskan Penanganan pada Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan

koransakti - Penulis

Tinjau Langsung Banjir Bandang Solok, Mahyeldi Fokuskan Penanganan pada Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan

Koransakti.co.id, Solok- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung penanganan bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin malam (21/9) kemarin. Musibah tersebut berdampak pada sejumlah permukiman warga dan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.

Dalam peninjauan tersebut, Mahyeldi menegaskan bahwa keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan logistik, serta percepatan pendataan kerusakan menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana saat ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah di temukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera di temukan,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana, Selasa (22/9/2026).

Selain penanganan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Gubernur meminta proses pendataan dan validasi kerusakan dilakukan secara cepat dan akurat. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap rumah warga maupun fasilitas pemerintahan yang terdampak.

Baca juga :   Wapres Gibran Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Bandung Barat 

“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera di siapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera di lakukan,” tegasnya.

Banjir bandang membawa material lumpur dari kawasan perbukitan dan berdampak cukup luas terhadap permukiman serta fasilitas pelayanan pemerintahan. Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok di laporkan mengalami kerusakan berat.

Untuk memastikan penanganan berjalan terkoordinasi, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Keputusan tersebut di sampaikan Bupati Solok, Jon Firman Pandu setelah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa di katakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon Firman Pandu.

Pada masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok di alihfungsikan sebagai posko evakuasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah juga menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memastikan kebutuhan pangan dan logistik masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Sementara itu, upaya mengantisipasi dampak lanjutan juga di lakukan dengan menyiagakan alat berat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait untuk melakukan pengerukan sedimen sungai. Langkah tersebut di lakukan sebagai bagian dari mitigasi terhadap potensi banjir susulan, seiring adanya peringatan dini BMKG mengenai potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.

Mahyeldi menekankan seluruh unsur pemerintah untuk tetap bergerak cepat dan terkoordinasi dalam penanganan bencana, terutama memastikan keselamatan masyarakat serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat. (Humas)

Baca juga :   Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Pemprov Sumbar Datangkan 700 Kg dari Magelang

Galodo Terjang Arosuka, Kabupaten Solok

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bencana

Warga Goro Bantu Korban Tanah Longsor di Desa Talang Lindung

Bencana

Tinjau Korban Banjir, Wako Ahmadi & Danrem 042/ GAPU Jambi Serahkan Bantuan

Bencana

Babinsa Belitang Berhasil Evakuasi Warga Terjebak Mobil Saat Banjir

Bencana

Dandim 0417/Kerinci dan Walikota Sungai Penuh Tinjau Lokasi Longsor di Beberapa Desa.

Padang

Perkuat Sinergi, Lima Media Kerinci–Sungai Penuh Bangun Kemitraan dengan Sejumlah Instansi Strategis di Provinsi Sumbar

Bencana

Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang: Pemadaman Listrik Massal dan Imbauan Darurat KBRI untuk WNI

Bencana

WIM Peduli Banjir Salurkan Bantuan Sembako

Bencana

TNI Kerahkan 50 Helikopter ke Daerah Terdampak Bencana