Home / Daerah / Inspiratif / Padang

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Dua Sosok di Balik Kemegahan Restoran Padang Pagi Sore

koransakti - Penulis

Restoran Padang Pagi Sore

Restoran Padang Pagi Sore

koransakti.co.id- Padang- Rumah Makan Pagi Sore berdiri kokoh sebagai salah satu ikon kuliner Padang kelas atas di Indonesia. Menyajikan hidangan khas Minang berkonsep modern, restoran ini memikat lidah pelanggan lewat citra premium dan cita rasa autentik. Dibalik gemerlap bisnisnya, Pagi Sore menyimpan rekam jejak panjang yang berakar dari perjuangan dua perantau asal Bukittinggi.

Awal Perjalanan dari Palembang

H. Lismar dan H. Sabirin memprakarsai berdirinya Pagi Sore pada tahun 1973. Kedua sahabat ini memilih Palembang, Sumatra Selatan, sebagai tempat mengadu nasib dalam bisnis kuliner. Berbekal kepiawaian mengolah bumbu Minang, mereka membangun usaha dari skala kecil hingga bertransformasi menjadi jaringan restoran populer di wilayah Sumatra Selatan.

Baca juga :   Pemkot Sungai Penuh & BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi Gelar Exit Meeting

Pecah Kongsi dan Dualisme Manajemen

Perjalanan bisnis bersama ini bertahan selama tiga dekade. Pada tahun 2003, H. Lismar dan H. Sabirin sepakat mengakhiri kemitraan akibat perbedaan visi serta strategi pengelolaan usaha. Meski berpisah jalan, keduanya membulatkan tekad untuk tetap memakai nama “Pagi Sore” dengan identitas visual dan gaya branding tersendiri:

  • Manajemen H. Sabirin: Mengusung tagline “Jagonya Rendang” dengan perpaduan warna logo merah, kuning, dan hijau.

  • Manajemen H. Lismar: Memakai identitas “Rumah Makan Padang Pagi Sore Khas Minang” yang menonjolkan kombinasi warna hijau, putih, dan kuning.

Baca juga :   Wawako Antos Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Jambi Tahun 2023

Strategi Ekspansi yang Berbeda

Pasca-pemisahan manajemen, kedua keluarga aktif melebarkan sayap bisnis ke pelbagai daerah:

  • Keluarga H. Sabirin: Menjelajah pasar ibu kota sejak 2006. Generasi penerus seperti Hj. Armaidy dan Abdul Satam memimpin penetrasi merek ini hingga berhasil mendominasi pasar Jakarta.

  • Keluarga H. Lismar: Mengukuhkan keberadaan restoran di Lubuk Linggau dan Bangka Belitung, sebelum akhirnya merambah ke Kota Bandung dan Jakarta.

Kini, generasi penerus dari kedua pendiri terus menjalankan roda bisnis Pagi Sore. Konsistensi menjaga mutu resep serta keberanian mengusung konsep restoran premium membawa nama Pagi Sore tetap relevan di industri kuliner Indonesia. (Gina)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Serahkan TOP BUMD Award ke Perumda Tirta Sakti

Advetorial

Kades se-Kecamatan Tanco Apresiasi Kesuksesan Kenduri Sko Ujung Pasir

Advetorial

Walikota Dorong RKE Jadi Sentra Suplai MBG Nasional

Dinamika

Ada Apa !! Proyek Pembangunan Bandara Depati Parbo Tertutup Untuk Wartawan

Peristiwa

Gerak Cepat, Wako Alfin Tinjau Kebakaran di SMPN 2 Sungai Penuh 

Jambi

Kota Sungai Penuh Raih WTP Ke-14, Wali Kota Alfin Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan

Kerinci

Dandim 0417/Kerinci Hadiri Upacara HUT ke-80 RI di Kabupaten Kerinci, Pabung di Kota Sungai Penuh.

Advetorial

Sekda Alpian Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi