koransakti.co.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur. Bencana yang terjadi pada Sabtu (15/8) tersebut mengganggu aktivitas persekolahan serta menelan korban jiwa dari kalangan warga sekolah.
Dampak Bencana pada Sektor Pendidikan
Gempa susulan yang terus berlanjut menimbulkan kerusakan infrastruktur fisik serta mengancam keselamatan para siswa dan guru di wilayah terdampak.
Korban Jiwa & Pengungsi: Tiga peserta didik dan satu tenaga pendidik meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 38 ribu warga sekolah kini terpaksa menempati posko pengungsian.
Kerusakan Infrastruktur: Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak secara langsung, dengan 502 sekolah di antaranya mengalami kerusakan berat.
Langkah Penanganan dan Strategi Darurat
Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen bersama BNPB dan instansi terkait langsung menjalankan serangkaian tindakan taktis demi memastikan hak belajar anak-anak NTT tetap terpenuhi.
Pengalihan Moda Belajar: Pemerintah menghentikan sementara aktivitas belajar konvensional di gedung sekolah. Sebaliknya, siswa mengikuti proses pembelajaran dari rumah atau area pengungsian untuk menghindari risiko bangunan roboh.
Penyediaan Kelas Darurat: Petugas membagikan tenda-tenda darurat yang berfungsi sebagai ruang kelas sementara, khususnya bagi sekolah yang bangunannya rusak parah.
Penyaluran Bantuan & Psikososial: Tim khusus telah menyalurkan perlengkapan sekolah (school kit), paket keluarga (family kit), serta bingkisan anak sejak 16 Agustus.
Penerbitan Panduan Kurikulum Darurat: Pemerintah menerbitkan panduan pembelajaran fleksibel yang mencakup penyesuaian materi serta program dukungan psikososial untuk memulihkan trauma para siswa.













