Oleh:
Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR (Prof RDM), Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan, Pangan dan Health Economic
Koransakti.co.id- Di tengah situasi perang di kawasan Timur Tengah, Indonesia malah berhasil mengekspor beras ke Arab Saudi. Beras yang di ekspor sebanyak 2.280 ton jenis super premium yang berasal dari gabah petani yang di proses melalui Rice Milling Unit.
Walaupun jumlahnya belum begitu besar dan di tambah keterangan untuk jamaah haji, namun prestasi ini tetap harus di acungi jempol karena standar komoditas yang masuk ke Arab Saudi sangat tinggi dengan prosedur yang sangat ketat. Tidak apa-apa, kita mulai “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”.
Berapa sebenarnya impor beras Arab Saudi per tahun?
Beras merupakan makanan pokok utama di Arab Saudi di samping gandum untuk roti. Setiap tahun Arab Saudi mengimpor sekitar 1,85 juta ton beras. Sebagian besar berasal dari India dan Pakistan.
Beras Basmati adalah beras aromatik premium dengan butir panjang ramping, bertekstur pera, dan terkenal harum.
Beras Basmati lazim di gunakan di Arab Saudi untuk membuat Biryani, Mandhi, dan Kebuli.
Dalam lima tahun terakhir nilai impor beras Arab Saudi sekitar Rp 52 triliun. Jumlah yang relatif kecil bila di bandingkan dengan cadangan devisa Arab Saudi sekitar Rp 13.000 triliun.
Ke depan perlu di usahakan peningkatan ekspor komoditas pangan kita ke Arab Saudi, karena kita juga mengirim jumlah jamaah haji dan umrah terbesar setiap tahun. Setiap tahun jamaah haji Indonesia sekitar 230 ribu orang dan jamaah umrah hampir 2 juta orang.
InsyaAllah.
Baca juga: Solusi Bertani di tengah Cuaca Ekstrem, Berikut Tanaman Tahan Kemarau















