Koran sakti.co.id, Jakarta – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan intensitas curah hujan. Meski begitu, kondisi ini tak menyurutkan semangat petani untuk tetap produktif.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mendorong masyarakat agar memilih tanaman yang tahan kekeringan sebagai solusi bertani di tengah cuaca ekstrem.
Dalam unggahan resminya di media sosial, Kementan menyebut ada berbagai pilihan tanaman yang tetap tumbuh subur meski kekurangan air. Di antaranya adalah jagung, singkong, kedelai, kacang hijau, ubi jalar, dan labu.
Jenis-jenis ini di kenal memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan kering dan minim pasokan air.
“Musim kemarau bukan halangan untuk tetap produktif. Petani bisa memilih jenis tanaman yang memang sudah terbukti tahan kekeringan,” tulis akun resmi Kementan RI.
Selain itu, penggunaan teknologi pertanian seperti sistem irigasi tetes (drip irrigation) dan pemupukan berimbang juga menjadi kunci untuk mempertahankan hasil panen di tengah cuaca panas.
Petani juga di dorong untuk menggunakan varietas unggul yang telah melalui proses seleksi ketat untuk tahan terhadap suhu tinggi dan curah hujan rendah.
Langkah ini di harapkan tidak hanya menjaga kestabilan produksi pangan nasional, tetapi juga membantu petani agar tetap mendapatkan hasil optimal meskipun menghadapi tantangan iklim yang tidak menentu.**















