Koransakti.co.id – Chelsea mengalami penurunan performa signifikan pada babak kedua saat melawan Atalanta di Bergamo.
Hal itu tampaknya terkait dengan keluarnya Trevoh Chalobah dari lapangan.
Tim asuhan Enzo Maresca sebenarnya unggul satu gol saat turun minum.
Tapi pergantian Chalobah dengan Wesley Fofana, sebagian besar adalah untuk mengistirahatkan pemain. Terutama karena Chalobah menerima kartu kuning di babak pertama.
Babak kedua menunjukkan bahwa Chalobah kini menjadi salah satu bek tengah paling dipercaya oleh Maresca.
Bahkan mungkin yang paling krusial, mengingat performa Benoit Badiashile dan Tosin Adarabioyo yang fluktuatif.
Fofana, meskipun memiliki potensi besar, sering terganggu cedera dalam tiga tahun terakhir di Chelsea.
Karena itu, waktu bermainnya dibatasi bersama Romeo Lavia dan kapten Reece James. Hal ini untuk menghindari risiko cedera lebih lanjut akibat jadwal padat.
Selain kemampuan defensif, Chalobah juga menunjukkan kontribusi ofensif musim ini. Ia mencetak gol dari bola mati melawan West Ham, Manchester United, dan Arsenal.
Ketenangannya dalam mengontrol bola, akurasi umpan jauh, dominasi udara, serta kemampuan membaca permainan telah menjadikannya fondasi penting bagi Chelsea.
Tanpa Chalobah di babak kedua, Chelsea terlihat kehilangan kestabilan, dan sulit membayangkan Maresca akan melewatkannya dalam laga penting berikutnya melawan Everton di Stamford Bridge.
Lulusan akademi klub ini kini menjadi pemain kunci, tampil penuh selama 90 menit di delapan pertandingan terakhir Chelsea di Liga Premier.</p>
Chalobah memainkan peran sentral untuk menjaga performa klub, membantu mereka bertahan dalam kompetisi ketat Liga Champions, dan tetap berada di jalur perebutan posisi empat besar liga.-***</p>















