Home / Artikel / Inspiratif

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 07:12 WIB

Terkumpul Hingga Miliaran, Lazisnu Kabupaten Bandung Diarahkan Mencontoh Lazisnu Kabupaten Cilacap

koransakti - Penulis

Pewarta: Dwi Arifin

koransakti.co.id, Bandung-Koin NU adalah program pengumpulan infak atau donasi dari masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) melalui kotak infak atau platform digital untuk membiayai kegiatan organisasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Seperti fakir miskin, yatim, atau dengan pembangunan fasilitas sosial. Gerakan tersebut bertujuan membangun kemandirian dan kesejahteraan umat melalui semangat bergotong royong serta pengelolaan dana yang efisien dan transparan, di kelola oleh LAZISNU.

Ketua LAZISNU Kabupaten Bandung, Asep Januarsah menceritakan bahwa NU-Care LazisNU Kabupaten Cilacap Jawa Tengah merupakan LazisNU terbaik secara Nasional.

“Penghimpunan dari LAZISNU setiap bulan dapat mencapai Rp. 1 – 1,5 miliaran. Dana itu terkumpul melalui sekitar 100 ribu kotak infak yang di sebar. Ada ruangan khusus yang menampung uang koinnya dan alat untuk menghitungnya” jelasnya saat mengisi Bimtek Tentang Lazisnu di kantor MWC NU Kecamatan Katapang (8/10/2025)

Baca juga :   WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Merupakan hal yang membahagiakan bagi pihak Lazisnu Kabupaten Bandung ketika dapat belajar langsung dengan Lazisnu Kabupaten Cilacap. Serta pihak Lazisnu Kabupaten Cilacap sempat memberi bantuan saat terjadi gempa di Kertasari Kabupaten Bandung, senilai Rp.20 juta dan menawarkan dapur mobil untuk kebutuhan konsumsi di lokasi.

Menurutnya setelah studi banding dan melihat langsung proses penghimpunan tersebut. Kesuksesan dalam menjalankan programnya dipengaruhi oleh karismatik tokoh masyarakat dan organisasi di tingkat kecamatan atau desa untuk menggerakan masyarakat agar produktif berkontribusi menyambut programnya / koin NU. Serta tim Lazisnu berupaya memaksimalkan fungsinya dan mewujudkan harapan masyarakat.

Asep Januarsah mengungkapkan kesadaran Zakat Infak dan Sodakoh sangat penting ditumbuhkan sejak dini atau anak-anak untuk meningkatkan kepedulian tehadap sesama dan perlu diingat bahwa mereka yang telah meninggal, jika diberi waktu hidup kembali. Mereka akan sangat menginginkan atau berupaya beramal dengan hartanya, sebab hal itu dapat menjadi pahala yang tidak akan terputus atau terus mengalir.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

 

 

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

ORANG INDONESIA YANG PERTAMA NAIK HAJI SIAPA ?
Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Agama

Awas Kebablasan Mentang-mentang Besok Libur! Cek Jadwal Imsak & Subuh Sabtu 21 Februari 2026 (Jabodetabek). Pasang Alarm Sekarang!

Artikel

Buah Matoa Si Manis Eksotis dari Papua

Advetorial

Mila Rosa, Pedangdut Pertama Raih Gelar Doktor: Bukti Dangdut Bukan Sekadar Hiburan

Artikel

ILMU KANURAGAN, PERCAYA MONGGO TIDAK RAPOPO

Artikel

BAHLIL, MENTERI RASA PRESIDEN 
Pesona Bunga Matahari: Dari Simbol Heliotropisme Hingga Pembersih Limbah Nuklir

Artikel

Pesona Bunga Matahari: Dari Simbol Heliotropisme Hingga Pembersih Limbah Nuklir

Artikel

BUBAT, PERANG MEMBELA MARTABAT