Home / Ekonomi / Gaya Hidup / Karier

Senin, 8 September 2025 - 21:15 WIB

7 Cara Ampuh Mengatur Gaji UMR Biar Cukup Sampai Akhir Bulan

koransakti - Penulis

JAKARTA (KORANSAKTI) – Tanggal gajian adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, bagi banyak pekerja dengan Upah Minimum Regional (UMR), kebahagiaan itu seringkali hanya sesaat. Belum sampai pertengahan bulan, dompet sudah mulai menipis dan tanggal tua terasa begitu panjang.

Apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Tenang, Anda tidak sendirian.

Mengatur gaji UMR memang penuh tantangan, tapi bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang cerdas dan disiplin, Anda tidak hanya bisa bertahan hingga akhir bulan, tetapi juga bisa menabung. Berikut adalah tujuh cara ampuh yang bisa Anda coba mulai gajian bulan ini.

1. Buat Anggaran dengan Metode 50/30/20

Ini adalah metode paling populer dan mudah untuk pemula. Begitu menerima gaji, langsung bagi ke dalam tiga pos utama:

  • 50% untuk Kebutuhan (Needs): Alokasikan setengah dari gaji Anda untuk semua hal yang wajib dibayar. Contohnya: biaya sewa kos, cicilan, tagihan listrik dan air, transportasi kerja, dan belanja bahan makanan pokok.
  • 30% untuk Keinginan (Wants): Pos ini untuk gaya hidup. Contohnya: jajan kopi, nonton bioskop, langganan streaming, atau membeli pakaian baru yang tidak mendesak.
  • 20% untuk Tabungan & Investasi: Sisa gaji Anda langsung diamankan untuk masa depan. Ini bisa untuk dana darurat, tabungan, investasi, atau melunasi utang.
Baca juga :   Peluang Emas! Kemenaker Buka Pendaftaran Magang ke Jepang dan Pelatihan Kaigo 2026

2. Terapkan Prinsip “Bayar Diri Sendiri Dulu”

Kebanyakan orang baru menabung jika ada sisa uang di akhir bulan, yang seringkali tidak pernah terjadi. Ubah cara berpikir Anda dengan prinsip “bayar diri sendiri dulu”.

Artinya, setelah menerima gaji, langsung transfer porsi tabungan (misalnya 20% dari poin sebelumnya) ke rekening terpisah yang sulit diakses. Anggap saja uang ini tidak pernah ada. Dengan begitu, Anda “dipaksa” untuk hidup dari sisa uang yang ada.

3. Catat Semua Pengeluaran, Sekecil Apapun

Sering merasa uang hilang begitu saja? Mungkin Anda terkena sindrom “bocor halus”. Pengeluaran kecil seperti biaya parkir, jajan minuman, atau biaya admin transfer jika diakumulasikan bisa menjadi sangat besar.

Gunakan aplikasi pencatat keuangan di ponsel atau buku catatan sederhana. Catat setiap rupiah yang keluar. Dalam sebulan, Anda akan kaget melihat ke mana saja perginya uang Anda dan pos mana yang bisa dihemat.

4. Masak Sendiri dan Bawa Bekal

Membeli makan siang di luar setiap hari adalah salah satu pengeluaran terbesar bagi pekerja. Jika satu porsi makan siang Rp20.000, dalam sebulan Anda bisa menghabiskan Rp400.000 hanya untuk makan siang.

Baca juga :   Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. (Sumber: KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Dengan memasak sendiri dan membawa bekal, Anda bisa menekan biaya ini hingga lebih dari separuhnya. Selain lebih hemat, makanan yang Anda masak sendiri tentu lebih terjamin kebersihannya.

5. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar butuh ini, atau hanya ingin?”. Belajar menunda kepuasan sesaat adalah kunci utama agar gaji tidak habis untuk hal-hal yang tidak penting.

6. Cari Penghasilan Tambahan (Side Hustle)

Jika setelah berhemat tetap terasa berat, mungkin masalahnya bukan hanya di pengeluaran, tetapi juga pemasukan. Manfaatkan waktu luang atau keahlian Anda untuk mencari penghasilan tambahan. Anda bisa mencoba menjadi freelancer, dropshipper, atau menjual jasa sesuai keahlian Anda.

7. Manfaatkan Diskon dan Promo dengan Bijak

Diskon besar-besaran memang menggiurkan, tapi bisa menjadi jebakan. Gunakan promo atau diskon hanya untuk membeli barang-barang yang memang sudah ada dalam daftar kebutuhan Anda. Jangan membeli sesuatu hanya karena sedang diskon.

Kunci utamanya adalah konsistensi. Mulailah dari langkah kecil, dan Anda akan merasakan perbedaannya di akhir bulan. Semangat!

Berita ini 89 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Mengapa Tekanan Angin Ban Depan dan Belakang Berbeda? Simak Penjelasan Ahlinya!

Edukasi

Lulusan Sosiologi Bisa Kerja Apa? Ini 7 Profesi Bergaji Tinggi yang Dicari Perusahaan

Internasional

Upaya Pengamanan Ruang Siber di Kawasan ASEAN dan Jepang
Profil Kekayaan Low Tuck Kwong: Sang Raja Batu Bara Pembeli Lukisan "Kuda Api" SBY

Bisnis

Profil Kekayaan Low Tuck Kwong: Sang Raja Batu Bara Pembeli Lukisan “Kuda Api” SBY
5 Fitur Rahasia WhatsApp 2025: Ternyata Bisa Baca Chat yang Dihapus Tanpa Aplikasi!

Gaya Hidup

5 Fitur Rahasia WhatsApp 2025: Ternyata Bisa Baca Chat yang Dihapus Tanpa Aplikasi!

Gaya Hidup

Rahasia Lemak Hijau: Mengupas Tuntas Manfaat Alpukat untuk Menurunkan Kolesterol Berdasarkan Sains
Waspada! Ini 16+ Kandungan Skincare yang Harus Dihindari (Paraben, SLS, Alkohol)

Gaya Hidup

Waspada! Ini 16+ Kandungan Skincare yang Harus Dihindari (Paraben, SLS, Alkohol)
Liburan Hemat? 5 Rekomendasi Hotel Murah di Bali Dekat Pantai Kuta (Mulai 200 Ribuan)

Gaya Hidup

Liburan Hemat? 5 Rekomendasi Hotel Murah di Bali Dekat Pantai Kuta (Mulai 200 Ribuan)