Home / Artikel

Selasa, 13 Mei 2025 - 22:03 WIB

LIMA KUR RUMUS PERSATUAN DAN KESATUAN ALA GUBERNUR AANG KUNAEFI

koransakti - Penulis

Oleh : DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Persatuan dan kesatuan hanya eforia ternyata.

Sila kedua dari Pancasila itu cuma di kajalankeun bukan di jaralankeun.

Bibit perpecahan itu sudah terendus penggali Pancasila sendiri, bung Karno.

Sejak awal kemerdekaan dan bermunculan partai partai politik justru bung Karno melihat gejala perpecahan bangsa itu. Intrik dan sirik marak di kalangan politikus.

Karena itu tahun 1948 presiden Soekarno merancang silaturahmi pasca idul Fitri.

Jenuh dengan kata silaturahmi, Menteri Agama KH Abdul Wahab Hasbullah mengusulkan istilah lain, Halal bihalal.

Dan sejak itulah istilah lain dari silaturahmi menjadi budaya masyarakat muslim di Indonesia.

Baca juga :   Manfaat Vitamin C untuk Ibu Hamil: Bantu Cegah Anemia hingga Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Tapi persatuan dan kesatuan masih jauh panggang dari api.

Di ruang sidang parlemen, PKI dan Masyumi sili herengan terus.

Di lapangan, gerakan separatisme DI TII ,PRRI Permesta. Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan terus mengoyak Nusantara.

Belakangan muncul pula wacana basmi premanisme. Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya ( Grib Jaya) pimpinan Hercules pentolan preman Tanah Abang sedang saling ancam dengan sejumlah purnawirawan TNI.

Atau saling gugat pilkada ke MK.

Semua menunjukkan rentan persatuan dan kesatuan itu.

Kegamangan dan kekhawatiran soal sulitnya membangun persatuan dan kesatuan itu ternyata menghantui Gubenur Jawa Barat (1975-1980) Mayjen Aang Kunaefi.

Baca juga :   Waspadai Sejak Dini! Ini Tanda Awal Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan

Hampir dalam setiap pidato, terutama di daerah daerah, pak Aang selalu menyelipkan adagium 5 KUR sebagai pesan moral untuk menjaga kerukunan masyarakat.

Pertama Akur jeung badan Sakujur, menjaga ketentraman diri. Kedua akur jeung batur sakasur. Membangun keluarga Samawa (Sakinah mawadah warahmah).

Ketiga akur jeung batur sadapur.

Keempat akur jeung batur salembur dan kelima, akur jeung batur sagubernur.

Tapi rumus itu cuma sekedar stigma dan kata pembinaan dari seorang pejabat untuk masyarakat.

Kenyataan yang ada sampai sekarang persatuan dan kesatuan itu jauh panggang dari api.Masih sebatas mimpi.

Berita ini 99 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Ashabul Kahfi : Kisah 7 Pemuda Yang Ditidurkan Selama 300 Tahun

Artikel

Vietnam Beri Bonus Rp 4 juta Bagi Warga Yang Ingin Punya Anak Lebih Dari 1 Orang

Artikel

BANJIR BALEENDAH DAN LILI SUMANTRI

Artikel

Siapa Pembuat Surat Kabar Pertama di Dunia? Ini Sejarah yang Tak Banyak Diketahui Publik

Artikel

ORANG EROPA DARI MENCARI REMPAH REMPAH SAMPAI MENJAJAH

Artikel

Energi Hijau dan Peluang Kerja: Menempatkan PLTN dalam Arus Utama Transisi Energi Nasional
Seminggu Lagi Imlek! Menyambut Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Bakal "Hoki Besar" dan Shio yang Harus Waspada (Ciong)!

Artikel

Seminggu Lagi Imlek! Menyambut Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Bakal “Hoki Besar” dan Shio yang Harus Waspada (Ciong)!

Artikel

Manfaat Vitamin C untuk Ibu Hamil: Bantu Cegah Anemia hingga Tingkatkan Daya Tahan Tubuh