Home / Internasional

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 09:27 WIB

Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir Usai Sindiran Medvedev

koransakti - Penulis

GROTON, Conn. (July 30, 2004) ñ PCU Virginia (SSN-774), the nationís newest and most advanced nuclear-powered attack submarine and the lead ship of its class, returns to the General Dynamics Electric Boat shipyard in Groton, Conn., July 30, following the successful completion of its first voyage in open seas ñ called

GROTON, Conn. (July 30, 2004) ñ PCU Virginia (SSN-774), the nationís newest and most advanced nuclear-powered attack submarine and the lead ship of its class, returns to the General Dynamics Electric Boat shipyard in Groton, Conn., July 30, following the successful completion of its first voyage in open seas ñ called "alpha" sea trials. Virginia is the Navyís only major combatant ready to join the fleet that was designed with the post-Cold War security environment in mind and embodies the warfighting and operational capabilities required to dominate the littorals while maintaining undersea dominance in the open ocean. ìNuclear submarines provide a unique contribution to our nationís security and will be increasingly important in the decades ahead,î said Electric Boat President John Casey. ìThe Virginia and the rest of the ships of its class are designed specifically to incorporate emergent technologies that will provide new capabilities to meet new threats.î Virginia will be delivered to the U.S. Navy this fall. Electric Boat is a wholly owned subsidiary of General Dynamics. (Photo courtesy of General Dynamics Electric Boat Public Affairs)

Amerika Serikat dan Rusia kembali berada di ambang ketegangan baru setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pengerahan kapal selam nuklir. Keputusan itu datang tak lama setelah pernyataan tajam dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang menyinggung langsung arah kebijakan luar negeri Amerika.

Trump kerahkan kapal selam nuklir menjadi langkah strategis yang mengejutkan banyak pihak di Washington maupun Moskow. Trump menginstruksikan pengiriman kapal selam kelas Virginia, USS North Dakota (SSN 784), ke lokasi strategis di Samudra Atlantik, menyusul perkembangan geopolitik yang kian memanas.

Tindakan ini dianggap sebagai bentuk unjuk kekuatan militer terhadap Rusia, yang dalam beberapa minggu terakhir intens melontarkan retorika keras terhadap Barat. Medvedev bahkan memperingatkan potensi pecahnya “konflik global” jika AS tidak mengubah pendekatannya terhadap Rusia. Ia menyebut kebijakan AS sebagai bentuk provokasi yang disengaja.

Baca juga :   Serangan Besar Rusia Hantam Kyiv, Listrik Padam di Sebagian Besar Ibu Kota

Trump, yang tengah berkampanye untuk kembali ke Gedung Putih dalam pemilu 2026, menegaskan bahwa pengerahan kapal selam nuklir ini bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga bentuk kesiapan AS terhadap segala kemungkinan yang mungkin timbul. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa “ketegasan lebih baik daripada kelengahan”, menyiratkan bahwa Washington tidak akan menunggu sampai terlambat untuk bertindak.

Sementara itu, pengamat militer menyebutkan bahwa langkah ini bisa memicu eskalasi serius jika tidak disertai jalur diplomasi yang jelas. Mereka memperingatkan bahwa keberadaan kapal selam bersenjata nuklir di wilayah rawan dapat memperburuk situasi dan membuka ruang kesalahpahaman antar kekuatan besar.

Baca juga :   Ronaldo Cegah Casemiro ke Klub Messi, Al-Nassr Dorong Reuni Eks Real Madrid

Di sisi lain, komunitas internasional menyerukan agar kedua pihak menahan diri. Seruan serupa juga datang dari lembaga-lembaga internasional seperti IAEA yang mengingatkan agar senjata nuklir tidak menjadi alat negosiasi politik global.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai lokasi pasti kapal selam tersebut, analis menyebut kemungkinan besar armada itu akan beroperasi di wilayah-wilayah strategis yang dekat dengan perairan Eropa Timur.

Peristiwa ini menjadi penanda bahwa hubungan AS-Rusia masih jauh dari kata membaik, meskipun telah terjadi pergantian pemimpin di kedua negara. Jika tidak dikelola dengan bijak, friksi ini berpotensi menjerumuskan dunia ke dalam situasi yang lebih tegang dari sebelumnya.

Berita ini 68 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

Gedung Putih: Kanker Prostat Joe Biden Telah Menyebar ke Tulang, Kini Jalani Terapi Hormon

Internasional

Ethiopia Raih Status Penting dari WHO untuk Sistem Regulasi Obat
Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Internasional

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Bencana

WHO: Kematian Akibat Kolera Melonjak 50 Persen, Krisis Global Berlanjut

Internasional

Geger! Mark Lee Keluar dari NCT dan SM Entertainment Setelah 10 Tahun
Heboh Isu Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Akhir Pekan Ini di Madeira

Internasional

Heboh Isu Pernikahan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Akhir Pekan Ini di Madeira

Internasional

Italia Hancur! Gagal ke Piala Dunia 2026 untuk Ketiga Kalinya Beruntun

Ekonomi

Pemerintah AS ‘Shutdown’, Ini Dampaknya Bagi Warga: dari Perjalanan Udara hingga Gaji PNS