Home / Ekonomi / Internasional / Politik

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:39 WIB

Pemerintah AS ‘Shutdown’, Ini Dampaknya Bagi Warga: dari Perjalanan Udara hingga Gaji PNS

koransakti - Penulis

Penutupan pemerintahan AS akan berdampak luas pada berbagai layanan publik dan nasib ratusan ribu pegawai federal. (Sumber: Getty Images)

Penutupan pemerintahan AS akan berdampak luas pada berbagai layanan publik dan nasib ratusan ribu pegawai federal. (Sumber: Getty Images)

koransakti.co.id – Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) secara resmi mengalami penutupan atau shutdown setelah para politisi dari Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan mengenai anggaran. Kebuntuan politik ini akan menyebabkan gangguan yang luas bagi warga Amerika dan memaksa sekitar 800.000 pegawai federal (40% dari total) untuk dirumahkan tanpa bayaran.

Dampaknya akan terasa di berbagai sektor, mulai dari perjalanan udara, layanan publik, hingga bantuan sosial. Berikut adalah rincian dampak dari shutdown pemerintah AS kali ini.

Potensi Gangguan di Bandara

Para pelancong akan merasakan dampak langsung dari shutdown ini. Meskipun pekerja “esensial” seperti petugas lalu lintas udara (ATC) dan keamanan bandara (TSA) tetap harus bekerja, mereka tidak akan menerima gaji.

Berdasarkan pengalaman pada shutdown sebelumnya di tahun 2018-2019, banyak dari petugas yang tidak dibayar ini memilih untuk tidak masuk kerja atau “sakit”, yang pada akhirnya menyebabkan antrean keamanan yang panjang dan penundaan penerbangan (delay). Selain itu, proses pengurusan paspor juga diperkirakan akan melambat.

Baca juga :   IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Jumat (24/10)

Nasib Ratusan Ribu Pegawai Federal

Pegawai pemerintah federal menjadi pihak yang paling terpukul. Sekitar 800.000 pegawai yang dianggap “tidak esensial” akan dirumahkan dan tidak akan menerima gaji hingga shutdown berakhir. Kondisi ini juga akan memengaruhi berbagai penelitian yang sedang berjalan di lembaga seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Kontraktor pemerintah juga akan kehilangan pekerjaan, dan secara historis, mereka tidak akan menerima pembayaran kembali atas pekerjaan yang hilang.

Taman Nasional Tutup, Webcam Kebun Binatang Mati

Sebagian besar Taman Nasional di seluruh AS kemungkinan besar akan ditutup untuk pengunjung. Langkah ini diambil untuk mencegah vandalisme dan kerusakan lingkungan yang terjadi pada shutdown sebelumnya, saat taman dibiarkan terbuka tanpa staf.

Baca juga :   Profil Kekayaan Low Tuck Kwong: Sang Raja Batu Bara Pembeli Lukisan "Kuda Api" SBY

Sementara itu, museum-museum Smithsonian yang terkenal di Washington D.C. akan tetap buka hingga setidaknya Senin, 6 Oktober, karena masih memiliki sisa dana. Namun, salah satu “korban” yang paling dirasakan publik adalah dimatikannya webcam populer di Kebun Binatang Nasional yang menampilkan panda, singa, dan gajah, karena dianggap sebagai layanan “tidak esensial”.

Bantuan Pangan dan Layanan Kesehatan Terancam

Program jaminan kesehatan sosial untuk lansia dan warga miskin (Medicare dan Medicaid) akan tetap berjalan, namun beberapa layanan mungkin mengalami gangguan.

Yang lebih mengkhawatirkan, program bantuan pangan seperti WIC (untuk perempuan, bayi, dan anak-anak) diperkirakan akan kehabisan dana dengan sangat cepat. Program bantuan pangan lainnya (dulu dikenal sebagai kupon makanan) juga berisiko berhenti jika shutdown berlangsung terlalu lama.

Berita ini 79 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kebijakan

Hanya 4 Profesi Ini yang Boleh Outsourcing Mulai Juli 2026, Cek Aturan Barunya!

Politik

Ahmadi Zubir Mohon Maaf Atas Kemacetan Lalin, Saat Daftar Ke KPU

Internasional

Update COVID-19 Global: Kasus Turun, tapi Angka Rawat Inap dan Varian XFG Meningkat

Politik

Ahmadi Zubir Tegaskan Keberhasilan SNP Plus dalam Debat Pilkada Sungai Penuh

Internasional

Ditahan 8 Bulan, Pasangan Lansia Inggris Dibebaskan Taliban dan Bertemu Kembali dengan Keluarga

Hukum

Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Bencana

Topan Ragasa Hantam Tiongkok, Hampir Dua Juta Warga Dievakuasi
Petaka Menit Akhir: Mengapa Liverpool Menjadi "Raja" Kekalahan di Injury Time Premier League?

Internasional

Mengapa Liverpool Menjadi “Raja” Kekalahan di Injury Time Premier League?