Home / Ekonomi

Minggu, 10 Agustus 2025 - 15:33 WIB

Kornas ARPG Syafrudin Budiman: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Paling Baik Di ASEAN, Ini Tren Positif 

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Jakarta – Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) Syafrudin Budiman, S.IP menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II 2025 mencapai 5,12% adalah tren positif kinerja pemerintah Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Dimana sebelumnya pada kuartal I 2025 terjadi penurunan pertumbuhan 4,87% menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Syafrudin Budiman, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 mengalami perlambatan 4,87% dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 5,11%.

Menurut BPS secara kuartal ke kuartal (quarter-to-quarter), ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,98%. Namun di kuartal II ini ada tren positif pertumbuhan ekonomi nasional naik 5,12%.

“Tren positif pertumbuhan ekonomi nasional 5,12% pada kuartal II 2025 merupakan kinerja positif pemerintahan Prabowo-Gibran. Kami sangat positif ekonomi akan terus tumbuh mencapai 6 hingga 8% mengingat iklim politik dan perekonomian berjalan baik,” ujar Gus Din sapaan. Akrab Syafrudin Budiman dalam keterangan persnya, Minggu (10/8/2025) di Jakarta.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Memang kata Gus Din, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin, (1/7/2025) melakukan koreksi atas target pertumbuhan ekonomi nasional. Dari target 8 persen menjadi 4,75% hingga 5,25. Langkah proyeksi ini sudah tepat, sebab sudah berdasarkan analisis ekonomi nasional dan global.

Baca juga :   Umat Muslim disunnahkan Laksanakan Shalat Gerhana, Ini Tahapannya

“Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2025 ini terjadi, akibat adanya  peningkatan eskalasi perang dagang sebagai imbas pengumuman tarif resiprokal Amerika Serikat. Termasuk sesuai laporan World Economic Outlook edisi April 2025 yang mengatakan mengoreksi ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 0,4 persen,” jelas Gus Din.

Kata dia, World Economic Outlook edisi April 2025, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia. IMF memprediksi ekonomi Indonesia pada 2025 hanya tumbuh 4,7 persen dari ramalan sebelumnya, 5,1 persen.

“Koreksi pertumbuhan oleh IMF ini menjadi 0,4 persen lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, faktualnya terus meningkat di kuartal II 2025 dan kami yakini meningkat terus pada kuartal III dan IV,” tukas Gus Din Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan 08.

Dirinya, optimis walaupun IMF menyatakan koreksi terhadap perekonomian Indonesia, dipastikan pertumbuhan kita lebih baik dibanding negara lain. Sebab, Pemerintahan Prabowo-Gibran punya program-program untuk penguatan ekonomi nasional.

Baca juga :   Enaknya Jadi Ketua Kelompok PNM Mekaar, Dapat Studi Banding Gratis ke UMKM Top!

Contohnya, Thailand yang direvisi sebesar 1,1 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya atau Vietnam dikoreksi 0,9 persen lebih rendah. Termasuk juga Filipina yang jadi 0,6 persen lebih rendah dan Meksiko yang dikoreksi turun 1,7 persen.

“Saat ini program-program Asta Cita Prabowo-Gibran yang mulai digulirkan adalah Ketahanan Pangan dengan Swasembada Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Pembentukan Holding BPI Danantara, Efisiensi Anggaran APBN/APBD dan terobosan-terobosan lain yang efektif memacu pertumbuhan,” ungkap Gus Din Aktivis 98 lulusan Sarjana Ilmu Politik Fisipol Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) ini.

Terakhir kata Gus Din, penurunan proyeksi pertumbuhan yang direvisi IMF terhadap beberapa negara, disebabkan ketergantungan yang besar terhadap perdagangan luar negeri. Apalagi Amerika Serikat melakukan tarif pajak ekspor-impor yang mahal terhadap beberapa negara, termasuk ASEAN.

“Pemaparan dari perdagangan internasional negara-negara tersebut lebih besar. Tentunya terjadi dampak yang lebih besar atau pengaruh hubungan dari perekonomian negara-negara tersebut, terhadap kebijakan Amerika Serikat (AS),” pungkasnya. (red)

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pelonggaran Impor RI: Pemerintah Longgarkan Aturan untuk 10 Komoditas
Harga Emas Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025: Antam di Pegadaian Anjlok Rp63 Ribu

Bisnis

Harga Emas Hari Ini, Minggu 19 Oktober 2025: Antam di Pegadaian Anjlok Rp63 Ribu
Pecah Rekor Lagi! Harga Emas Antam Tembus Rp 2,73 Juta per Gram Hari Ini, Jumat 17 Oktober

Bisnis

Pecah Rekor Lagi! Harga Emas Antam Tembus Rp 2,73 Juta per Gram Hari Ini, Jumat 17 Oktober

Bandung

Anggaran Dipotong Pusat Rp2,45 Triliun, Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Efisiensi di Jabar

Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.500, Menteri Bahlil Kaji Ulang Subsidi dan Harga BBM
IHSG Hari Ini 30 Oktober 2025 Menguat: The Fed Pangkas Suku Bunga, Cek 4 Rekomendasi Saham Ini

Bisnis

IHSG Hari Ini 30 Oktober 2025 Menguat: The Fed Pangkas Suku Bunga, Cek 4 Rekomendasi Saham Ini

Kebijakan

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Dimulai 2026

Kebijakan

Hanya 4 Profesi Ini yang Boleh Outsourcing Mulai Juli 2026, Cek Aturan Barunya!