Home / Kebijakan / Pemerintahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:46 WIB

Pemerintah Kaji Pensiun Fully Funded untuk ASN

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id Jakarta- Pemerintah saat ini tengah mengkaji penerapan sistem pensiun fully funded bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari langkah reformasi tata kelola kepegawaian nasional.

Skema ini di nilai lebih berkelanjutan di banding sistem lama pay as you go yang selama ini mengandalkan pembiayaan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam sistem fully funded, dana pensiun di siapkan sejak ASN masih aktif bekerja melalui mekanisme iuran bersama antara pegawai dan pemerintah.

Iuran tersebut kemudian di kelola oleh lembaga pengelola dana pensiun dan di investasikan agar berkembang, sehingga manfaat pensiun dapat di bayarkan ketika ASN memasuki masa purnatugas.

Pemerintah menilai perubahan skema ini penting untuk menjaga kesinambungan fiskal negara dalam jangka panjang.

Baca juga :   Gas Full, Wako Alfin Perjuangkan Dukungan Pusat Bagi Infrastruktur & Mutu Pendidikan Kota Sungai Penuh

Dengan sistem yang terencana dan berbasis dana kelolaan, beban APBN di masa mendatang dapat di tekan.

Selain itu, model fully funded juga di nilai mampu memberikan kepastian dan jaminan manfaat pensiun yang lebih terukur bagi ASN.

Kebijakan ini juga membuka peluang penguatan perlindungan hari tua, terutama bagi ASN baru serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selama ini, PPPK belum memiliki skema pensiun seumur hidup seperti PNS, sehingga reformasi sistem pensiun di harapkan mampu menghadirkan rasa keadilan dan kepastian bagi seluruh aparatur negara.

Meski begitu, pemerintah menyadari bahwa penerapan sistem pensiun fully funded membutuhkan persiapan matang.

Masa transisi harus di rancang dengan cermat, termasuk penyusunan regulasi, penetapan besaran iuran, serta mekanisme pengelolaan dan pengawasan dana.

Baca juga :   Bawa Kajian Akademis, BEM UI Gelar Aksi '#RakyatTagihJanji' di DPR Besok

Hal ini penting agar kebijakan baru tidak menimbulkan beban tambahan bagi ASN yang masih aktif bekerja.

Pemerintah juga terus melakukan sosialisasi serta dialog dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kebijakan ini di pahami dan diterima secara luas.

Ke depan, reformasi pensiun ASN melalui skema fully funded di harapkan mampu menciptakan sistem jaminan hari tua yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ASN di masa mendatang.***

Baca juga:

Berita ini 63 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Bupati Kerinci,Adirozal Menerima Piagam Penghargaan dan Plakat dari Kapolda Jambi

Daerah

Pemprov Jambi Siapkan Anggaran Haji 2026 Sebesar Rp 32,5 Miliar, Keberangkatan Masih Lewat Batam

CSR

Safari Ramadhan di Koto Limau Manis, Wawako Azhar Hamzah Serahkan Bantuan Rp10 Juta untuk Masjid Jami’atul Ikhlas

Nasional

Menyambut HUT RI Ke 79, Wako Ahmadi Launching Pembagian Bendera 

Internasional

Rusia Perketat Kontrol Internet: Batasi WhatsApp, Paksa Instal Aplikasi ‘Max’

Pemerintahan

Kadis Kominfo Sungai Penuh Perjuangkan Kampung Internet ke Komdigi

Advetorial

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Puji Peran Istri Kades dalam Gertam di Kerinci

Hukum

Kejagung Tetapkan Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Chromebook