Home / Internasional / Politik

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:32 WIB

Setelah Bertahun-tahun Tegang, Tiongkok dan India Berjanji Jadi Mitra Bukan Saingan

koransakti - Penulis

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan PM India Narendra Modi dalam pertemuan bersejarah di Tianjin, Tiongkok. (Foto: Reuters)

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan PM India Narendra Modi dalam pertemuan bersejarah di Tianjin, Tiongkok. (Foto: Reuters)

TIANJIN, TIONGKOK – Para pemimpin Tiongkok dan India menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi yang kuat. Keduanya berjanji untuk menjadi mitra, bukan saingan. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan bersejarah antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi pada hari Minggu (31/8/2025).

Pertemuan ini terjadi setelah hubungan kedua negara bertahun-tahun menegang. Isu utamanya adalah sengketa perbatasan di Himalaya yang sempat memicu bentrokan mematikan pada tahun 2020.

Pertemuan Bersejarah di Sela-sela KTT SCO

Xi dan Modi bertemu di kota pelabuhan Tianjin. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO). Ini adalah kunjungan pertama Modi ke Tiongkok dalam tujuh tahun terakhir.

“Tiongkok dan India harus menjadi mitra, bukan saingan,” kata Xi kepada Modi.

Baca juga :   Hidup Sederhana Gaya India

Modi menyambut baik pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa kini ada “atmosfer damai dan stabil” di antara kedua negara. Sebagai langkah nyata, Modi mengumumkan bahwa penerbangan antara India dan Tiongkok akan segera dilanjutkan. Penerbangan ini telah dihentikan sejak bentrokan perbatasan empat tahun lalu.

Menghadapi Tekanan dari Amerika Serikat

Momen pertemuan ini sangat signifikan. KTT SCO tahun ini dibayangi oleh perang dagang dengan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang India. Trump menghukum New Delhi karena terus membeli minyak dari Rusia.

Di saat hubungan AS-India menghadapi tantangan, Modi terlihat bergerak lebih dekat ke Xi. Baik Tiongkok maupun India merupakan dua negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di dunia.

Baca juga :   China Mulai Bangun Bendungan Raksasa di Tibet Dekat Perbatasan India

KTT SCO Menjadi Panggung Dunia

KTT SCO tahun ini dihadiri oleh lebih dari 20 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Organisasi ini dibentuk oleh Tiongkok, Rusia, dan negara-negara Asia Tengah pada tahun 2001. Tujuannya adalah untuk menandingi pengaruh aliansi Barat seperti NATO.

Pertemuan antara Xi dan Modi di panggung SCO menunjukkan pergeseran dinamika politik global. Kedua raksasa Asia ini tampaknya memilih untuk mempererat kerja sama di tengah tekanan dari negara-negara Barat. Dunia kini mengamati apakah janji kemitraan ini akan menghasilkan perdamaian yang langgeng di kawasan.

Berita ini 38 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

Desain Light Stick Mirip, Agensi THE BOYZ Rilis Pernyataan Resmi untuk QWER

Politik

Rumit!! 4 Paslon Bertaruh Reputasi Di 1 Basis

Breaking news

Pelantikan Tim Pemenangan AZ-FER Dibanjiri Massa

Internasional

Brace Jude Bellingham Singkirkan Norwegia, Inggris Melaju Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026!

Kerinci

Laporkan Dugaan Kecurangan Ke Bawaslu, Timses Caleg PPP Menuntut Perhitungan Suara ulang
Prahara di London Utara: Dua Kekalahan Beruntun Paksa Arsenal Lepas Dua Gelar Juara

Internasional

Prahara di London Utara: Dua Kekalahan Beruntun Paksa Arsenal Lepas Dua Gelar Juara

Internasional

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global
Hujan Gol di Olimpico: Comeback Fantastis Juventus Gagalkan Kemenangan AS Roma

Internasional

Hujan Gol di Olimpico: Comeback Fantastis Juventus Gagalkan Kemenangan AS Roma