Home / Geopolitik / Internasional

Minggu, 20 Juli 2025 - 00:16 WIB

China Mulai Bangun Bendungan Raksasa di Tibet Dekat Perbatasan India

koransakti - Penulis

China plans to build a massive dam on the Yarlung Tsangpo river in Tibet. The waterway flows into India and Bangladesh.

China plans to build a massive dam on the Yarlung Tsangpo river in Tibet. The waterway flows into India and Bangladesh.

China telah resmi memulai pembangunan sebuah bendungan raksasa di wilayah Tibet pada Sabtu, 19 Juli 2025. Proyek ini terletak di atas aliran Sungai Yarlung Tsangpo, yang nantinya mengalir ke India dan dikenal sebagai Sungai Brahmaputra, salah satu sungai penting di Asia Selatan.

Bendungan ini disebut akan menjadi bagian dari proyek energi bersih jangka panjang, dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas hidroelektrik nasional China. Namun, proyek ini juga memunculkan sejumlah kekhawatiran di tingkat internasional, terutama dari India, karena potensi dampaknya terhadap aliran air lintas negara.

India telah lama menyuarakan kekhawatiran terhadap proyek infrastruktur China di wilayah hulu sungai yang memasok air ke negara-negara tetangganya. Sungai Brahmaputra sangat vital bagi jutaan warga di wilayah timur laut India, termasuk negara bagian Assam dan Arunachal Pradesh — wilayah yang masih menjadi sengketa antara kedua negara.

Baca juga :   Megabintang Cristiano Ronaldo Sampaikan Pesan Damai dan Kebahagiaan di Hari Raya Idulfitri 2026

Hingga saat ini, pemerintah China belum merilis spesifikasi teknis detail mengenai kapasitas atau daya listrik yang dihasilkan dari proyek bendungan ini. Namun, media pemerintah menyebut bahwa ini adalah langkah untuk menjadikan Tibet sebagai pilar energi bersih nasional, dengan memanfaatkan potensi air yang melimpah di kawasan dataran tinggi tersebut.

Pengamat geopolitik menilai bahwa langkah China membangun bendungan di wilayah sensitif seperti ini bisa menambah ketegangan diplomatik yang sudah lama membayangi hubungan Beijing–New Delhi. Apalagi, ketegangan militer di kawasan Himalaya sempat memanas beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :   Hidup Sederhana Gaya India

Selain soal politik, aktivis lingkungan juga menyuarakan kekhawatiran soal risiko ekologis. Wilayah Tibet dikenal sebagai kawasan yang rawan gempa dan memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Pembangunan bendungan skala besar berisiko merusak ekosistem serta mengganggu keseimbangan alam yang rapuh.

Sampai saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak India terkait dimulainya konstruksi ini. Namun diperkirakan, isu ini akan kembali menjadi bahan pembahasan dalam forum bilateral maupun internasional, terutama terkait pengelolaan sumber daya air lintas batas.

Berita ini 69 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

WHO Siapkan Update Vaksin COVID-19, Minta Data Terkait Varian Baru LP.8.1

Ekonomi

Simulasi Luhut: Tarif Trump 19% Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Internasional

4 Tewas dalam Serangan Penembakan dan Pembakaran Gereja di Michigan

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Internasional

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Tandatangani Minutes of Meeting Dewan Koordinasi Tertinggi Indonesia–Arab Saudi

Hiburan

Desain Light Stick Mirip, Agensi THE BOYZ Rilis Pernyataan Resmi untuk QWER

Internasional

Serangan Drone Rusia Tewaskan Satu Keluarga di Sumy, Termasuk Dua Anak Kecil
Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh 95%, Krisis Energi Global Mengancam Pasca Perang

Internasional

Lalu Lintas Selat Hormuz Lumpuh 95%, Krisis Energi Global Mengancam Pasca Perang