Home / Jakarta / Nasional / Peristiwa / Sosial

Rabu, 3 September 2025 - 13:40 WIB

Bawa Sapu Simbol ‘Bersihkan Kotoran Negara’, Ratusan Perempuan Gelar Aksi di Depan DPR

koransakti - Penulis

Sejumlah perempuan membawa sapu dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Mereka menentang tunjangan anggota dewan dan brutalitas polisi. (Sumber: REUTERS/Willy Kurniawan)

Sejumlah perempuan membawa sapu dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Mereka menentang tunjangan anggota dewan dan brutalitas polisi. (Sumber: REUTERS/Willy Kurniawan)

Koran Sakti.co.id, Jakarta- Ratusan perempuan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (3/9/2025). Mereka kompak mengenakan pakaian berwarna merah muda (pink) dan membawa sapu sebagai simbol protes.

Aksi damai ini menyuarakan tuntutan melawan tunjangan anggota dewan yang dinilai boros dan menentang brutalitas aparat keamanan. Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes nasional yang telah berlangsung sejak pekan lalu. Unjuk rasa ini tetap berjalan saat Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan kunjungan ke Tiongkok.

Sapu Lidi Sebagai Simbol Perlawanan

Sapu yang dibawa oleh para demonstran memiliki makna simbolis yang kuat. Menurut penyelenggara aksi, Aliansi Perempuan Indonesia, sapu melambangkan kebutuhan untuk “menyapu kotoran negara … dan sifat represif aparat keamanan.”.

Baca juga :   Gaji Ke-13 ASN Cair Juni 2026: Intip Jadwal & Rinciannya!

Selain membawa sapu, para peserta juga membentangkan poster dengan berbagai slogan. Beberapa di antaranya bertuliskan “reformasi polisi” dan “janji manismu menyebabkan diabetes.”.

“Kami ingin menunjukkan bahwa unjuk rasa sebagian besar berjalan damai,” kata Rizky Ananda, seorang pengunjuk rasa berusia 30 tahun. Ia mengatakan aksinya adalah bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan pemborosan uang negara.

Bagian dari Gelombang Protes Nasional

Aksi perempuan ini merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih besar di seluruh Indonesia. Unjuk rasa nasional ini memanas setelah insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan polisi pada Kamis malam pekan lalu.

Baca juga :   Meski Dihujat Lawan, AZ - FER Minta Tim Tetap Fokus dan Santun Dalam Berpolitik

Kelompok hak asasi manusia menyebutkan bahwa 10 orang telah tewas dalam rangkaian protes tersebut. Aksi massa di beberapa titik juga sempat diwarnai penjarahan dan kerusuhan.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sedang melakukan penyelidikan terhadap penanganan unjuk rasa oleh aparat keamanan. Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menyerukan investigasi atas semua dugaan pelanggaran HAM.

Berita ini 67 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Nasional

Menyambut HUT RI Ke 79, Wako Ahmadi Launching Pembagian Bendera 

Hukum

Keren! Mahasiswa Universitas Lampung Ciptakan Sistem Pelacak Judi Online, Diapresiasi Kemkomdigi
Momen Hangat Valentine 2026: Meghan Markle Bagikan Foto Langka Pangeran Harry dan Putri Lilibet

Internasional

Momen Hangat Valentine 2026: Meghan Markle Bagikan Foto Langka Pangeran Harry dan Putri Lilibet

Advetorial

Selebritis Andika Pratama Saksikan Pemotongan Hewan Qurban Di Masjid Al-ikhlas Cipete Utara Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Jalan Berlobang 16 Nyawa Melayang

Infrastruktur

Jalan Berlobang 16 Nyawa Melayang

Bandung

Viral Video Dugaan Begal di Gedebage, Polda Jabar: Ternyata Salah Paham Usai Tabrakan

Kesehatan

Angka Campak di Indonesia Turun, Kemenkes Catat 231 Kasus dalam Sepekan

Advetorial

Selamat Hari Kesaktian Pancasila! 1 Oktober