Koran Sakti.co.id, Jakarta- Ratusan perempuan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (3/9/2025). Mereka kompak mengenakan pakaian berwarna merah muda (pink) dan membawa sapu sebagai simbol protes.
Aksi damai ini menyuarakan tuntutan melawan tunjangan anggota dewan yang dinilai boros dan menentang brutalitas aparat keamanan. Aksi ini menjadi bagian dari gelombang protes nasional yang telah berlangsung sejak pekan lalu. Unjuk rasa ini tetap berjalan saat Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan kunjungan ke Tiongkok.
Sapu Lidi Sebagai Simbol Perlawanan
Sapu yang dibawa oleh para demonstran memiliki makna simbolis yang kuat. Menurut penyelenggara aksi, Aliansi Perempuan Indonesia, sapu melambangkan kebutuhan untuk “menyapu kotoran negara … dan sifat represif aparat keamanan.”.
Selain membawa sapu, para peserta juga membentangkan poster dengan berbagai slogan. Beberapa di antaranya bertuliskan “reformasi polisi” dan “janji manismu menyebabkan diabetes.”.
“Kami ingin menunjukkan bahwa unjuk rasa sebagian besar berjalan damai,” kata Rizky Ananda, seorang pengunjuk rasa berusia 30 tahun. Ia mengatakan aksinya adalah bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan pemborosan uang negara.
Bagian dari Gelombang Protes Nasional
Aksi perempuan ini merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih besar di seluruh Indonesia. Unjuk rasa nasional ini memanas setelah insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online yang tertabrak kendaraan polisi pada Kamis malam pekan lalu.
Kelompok hak asasi manusia menyebutkan bahwa 10 orang telah tewas dalam rangkaian protes tersebut. Aksi massa di beberapa titik juga sempat diwarnai penjarahan dan kerusuhan.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sedang melakukan penyelidikan terhadap penanganan unjuk rasa oleh aparat keamanan. Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menyerukan investigasi atas semua dugaan pelanggaran HAM.















