koransakti.co.id- Tiada henti berita duka datang silih berganti. Setelah musibah kereta api: 16 wanita meninggal di Bekasi akhir April 2026 lalu, terjadi lagi 16 orang meninggal karena kecelakaan antara Bus ALS dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra kawasan Musirawas Utara sekitar jam 12 WIB.
Pada jam tersebut sebenarnya kondisi Jalan Lintas Sumatra tidak terlalu ramai. Lalu lintas padat biasanya sore-malam dan pagi hari.
Kita turut berduka dan mendoakan agar arwah para korban di terima di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan.
Menurut informasi dari kru kendaraan dan informasi yang beredar: kecelakaan terjadi karena sopir bus menghindari lubang di Jalan Lintas Sumatra: bus oleng pindah ke jalur berlawanan, terjadilah tabrakan dengan truk tangki yang datang dari arah berlawanan.
Bagaimana kondisi Jalan Lintas Sumatra saat ini?
Jalan Lintas Sumatra merupakan jalan nasional yang di bangun puluhan tahun yang lalu. Di beberapa tempat memang terdapat lubang karena keterbatasan anggaran perawatan.
Dari 47.603 km jalan nasional hanya 41% yang termasuk kategori baik. Selebihnya rusak ringan dan berat.
Penting kiranya Kementerian PU memprioritaskan perbaikan jalan nasional yang tingkat kepadatannya tinggi seperti Jalan Lintas Sumatra: karena merupakan jalur strategis mobilitas orang dan barang di kawasan Sumatra.
Sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa karena kondisi jalan berlubang.
Semoga perbaikan Jalan Lintas Sumatra dapat segera dilakukan.
InsyaAllah.
Penulis:
Baca juga: Doa Kita untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)















