Home / Daerah / Kerinci / Lingkungan

Jumat, 5 September 2025 - 15:20 WIB

Mengenal Taman Nasional Kerinci Seblat, Jantung Hutan Hujan Sumatera

koransakti - Penulis

SUNGAI PENUH (KORANSAKTI) – Di jantung Pulau Sumatera, terbentang sebuah kawasan konservasi yang luar biasa penting. Namanya adalah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Taman nasional ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan menjadi benteng terakhir bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai.

Meskipun wilayahnya mencakup empat provinsi, jantung dari TNKS berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Kawasan ini bukan hanya sekadar hutan, melainkan sebuah harta karun ekologis yang diakui oleh dunia.

Situs Warisan Dunia UNESCO

Keistimewaan TNKS telah mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 2004, UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia. TNKS menjadi bagian dari “Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera” bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan Selatan.

Status ini diberikan karena TNKS memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Hutan ini juga dianggap sebagai salah satu kawasan lindung paling penting di Asia Tenggara. Ini adalah sebuah kebanggaan besar bagi masyarakat Kerinci dan Indonesia.

Baca juga :   Dr.Ir.Agus Puji Prasetyo Bongkar Ketertinggalan Energi dan Kesiapan SDM

Rumah bagi Flora dan Fauna Langka

TNKS adalah surga bagi berbagai jenis flora dan fauna yang langka dan dilindungi. Banyak di antaranya tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

  • Flora Unik: Hutan ini adalah rumah bagi bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii. Selain itu, di sini juga tumbuh bunga tertinggi di dunia, yaitu Amorphophallus titanum atau bunga bangkai.
  • Fauna Kunci: TNKS menjadi habitat utama bagi beberapa satwa paling terancam di planet ini.
    • Harimau Sumatera: Kawasan ini adalah salah satu dari sedikit benteng pertahanan terakhir bagi populasi Harimau Sumatera.
    • Gajah dan Badak Sumatera: Dua mamalia besar yang terancam punah ini juga berlindung di dalam lebatnya hutan TNKS.
    • Satwa Lain: Berbagai satwa lain seperti Beruang Madu, Tapir Asia, dan ratusan jenis burung juga hidup di sini.
Baca juga :   TP-PKK Kelurahan Olo Raih Juara I Lomba Gerakan PKK Berprestasi Kota Padang 2025

Tantangan Konservasi dan Peran Kita Bersama

Di balik kekayaannya, TNKS menghadapi tantangan yang sangat serius. Ancaman utama datang dari perambahan hutan ilegal dan perburuan liar. Aktivitas ini mengancam kelestarian ekosistem dan satwa yang hidup di dalamnya.

Menjaga TNKS bukanlah tugas pemerintah atau petugas kehutanan semata. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Masyarakat dapat berperan aktif dengan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab. Selain itu, kita juga bisa mendukung produk-produk lokal dari desa sekitar yang dikelola secara berkelanjutan.

Melestarikan TNKS berarti kita ikut menjaga warisan dunia untuk generasi yang akan datang.

Berita ini 123 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Walikota Himbau Masyarakat Kurangi & Kelola Sampah dengan Baik

Pendidikan

Heboh Isu Sertifikasi Guru, Kepsek Beri Klarifikasi

Advetorial

Sekda Alpian Ikuti Rakor Pemberantasan Korupsi

Daerah

Pemdes Koto Salak Salurkan BLT-DD Tahap I Tahun 2022 Kepada 76 KPM

Kerinci

Irwandri Siap Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Advetorial

Wako Ahmadi Sampaikan Usulan Program Pembangunan ke Bappenas RI dan Kemenko PMK

Advetorial

Bupati Adirozal Shalat Ied 1443 Hijriyah Bersama Ribuan Masyarakat

Daerah

Percaya Desa, Desa Bisa