Home / Artikel / Budaya / Daerah / Kerinci

Senin, 22 September 2025 - 12:56 WIB

Kisah Bedil Pusaka Depati Parbo, Simbol Perlawanan Rakyat Kerinci

koransakti - Penulis

koransakti.co.id – Di antara deretan peninggalan sejarah di Kerinci, ada satu benda yang menyimpan kisah kepahlawanan yang luar biasa. Benda itu adalah Bedil Pusaka Depati Parbo, sebuah senapan peninggalan sang pahlawan legendaris yang menjadi simbol perlawanan sengit rakyat Kerinci terhadap kolonialisme Belanda.

Senapan tua ini bukan sekadar senjata. Ia adalah saksi bisu dari keberanian, strategi perang gerilya, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan oleh Depati Parbo, salah satu pejuang paling disegani dari tanah Sakti Alam Kerinci.

Siapakah Depati Parbo?

Depati Parbo adalah seorang pahlawan lokal dari Kerinci yang memimpin perlawanan rakyat melawan Belanda pada awal abad ke-20. Ia dikenal bukan hanya karena keberaniannya, tetapi juga karena kecerdikannya dalam strategi perang gerilya.

Baca juga :   Wawako Azhar Tinjau Progres Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Tanah Kampung

Memanfaatkan penguasaannya atas medan hutan belantara Taman Nasional Kerinci Seblat, Depati Parbo dan pasukannya berhasil membuat pasukan Belanda kewalahan selama bertahun-tahun. Namanya menjadi legenda dan sumber inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan di Jambi.

Kisah di Balik Senapan Kuno

Bedil atau senapan pusaka ini adalah senjata utama yang digunakan oleh Depati Parbo dalam pertempurannya. Senapan jenis flintlock (kancing batu) ini menjadi saksi bagaimana Depati Parbo memimpin pasukannya dari satu pertempuran ke pertempuran lain.

Menurut cerita yang diwariskan turun-temurun, bedil ini tidak pernah lepas dari genggaman Depati Parbo. Dengan senjata inilah ia mempertahankan setiap jengkal tanah Kerinci dari cengkeraman penjajah. Setiap goresan dan tanda penuaan pada badan senapan seolah menceritakan kisah pertempuran sengit yang pernah dilaluinya.

Baca juga :   Mojang Karawang Siti Aminah Siap Terjun Kedunia Entertainment

Warisan yang Terjaga hingga Kini

Setelah Depati Parbo wafat, bedil pusaka ini tidak hilang ditelan zaman. Senjata bersejarah ini kini dijaga dan dirawat dengan baik oleh para keturunannya sebagai pusaka keluarga dan warisan penting bagi seluruh masyarakat Kerinci.

Bagi masyarakat Kerinci, bedil ini lebih dari sekadar benda antik. Ia adalah pengingat nyata akan semangat perjuangan, keberanian, dan harga diri. Keberadaannya terus menginspirasi generasi muda untuk tidak pernah melupakan sejarah dan jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan tanah kelahiran mereka.

Berita ini 97 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sering Dimarahi Orang Tua? Ternyata Mandi Malam Tidak Menyebabkan Rematik! Ini Fakta Medis yang Wajib Anda Tahu Agar Tidak Salah Kaprah

Artikel

Sering Dimarahi Orang Tua? Ternyata Mandi Malam Tidak Menyebabkan Rematik! Ini Fakta Medis yang Wajib Anda Tahu Agar Tidak Salah Kaprah

Advetorial

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Ikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke- 79

Industri

PT. KMH dan Masyarakat Capai Kesepakatan Damai Usai Rakor Timdu Kerinci

Dinamika

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Armen : Ingatkan Kelompok Tani Tidak Aktif Dibubarkan Saja

Advetorial

H. Adirozal  & PLTA KMH Akan Segera Tuntaskan Permasalahan Listrik
Ancaman Kabut Asap Karhutla Banjarbaru Kian Meluas, Menkes Imbau Warga Pakai Masker

Daerah

Ancaman Kabut Asap Karhutla Banjarbaru Kian Meluas, Menkes Imbau Warga Pakai Masker

Artikel

Soal Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun : Penting ada kejelasan ditengah efisiensi anggaran

Hukum

Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Pelaku Pengoplosan Beras SPHP, Sita 1,4 Ton Barang Bukti