Home / Artikel

Senin, 9 Maret 2026 - 02:57 WIB

Beirut : “Paris Timur Tengah” dan Kondisinya Kini

koransakti - Penulis

Beirut : “Paris Timur Tengah” dan Kondisinya Kini

Oleh :

Prof. Dr. RIZAL DJALIL MAKMUR

(Eks Ketua BPK RI, Politisi Senior, Analis Kebijakan Keuangan, Pangan dan Health Economic)

koransakti.co.id- Beirut, ibu kota Libanon, dahulu di kenal sebagai Paris Timur Tengah. Kota di tepi Laut Mediterania ini sangat ikonik dengan air laut biru jernih, terutama di kawasan Rock of Raouche yang terkenal dengan tebing kapur raksasa setinggi sekitar 60 meter—tempat yang indah untuk menikmati matahari terbenam.

Libanon memiliki luas 10.452 km² dengan penduduk sekitar 5,5 juta jiwa. Komposisinya sekitar 60% Muslim, sementara sisanya penganut Kristen, Maronite, dan komunitas Druze.

Baca juga :   Keuangan Islam sebagai Shifting Strategy: Dari Geopolitik menuju Geoekonomi Global

Keberagaman yang seharusnya menjadi kekuatan pernah berubah menjadi konflik internal yang memuncak pada perang saudara 1975–1990 dan berakhir dengan Perjanjian Taif pada Oktober 1990. Sara mahasiswa American University of Beirut yang mendampingi kami pada kunjungan waktu lalu, menunjukkan gedung-gedung di tengah kota yang masih di penuhi bekas tembakan peluru dan sengaja di biarkan sebagai pengingat bahaya konflik.

Masalah Libanon bukan hanya internal, tetapi juga faktor eksternal. Letaknya yang strategis menjadikannya ajang perebutan pengaruh berbagai kekuatan kawasan. Israel beberapa kali menyerang Libanon Selatan yang menjadi basis Hizbullah sejak 2023 hingga kini. Upaya mediasi Amerika Serikat melalui utusan khusus Amos Hochstein untuk memperpanjang gencatan senjata patut dihargai, termasuk dorongan implementasi Resolusi DK PBB 1701.

Baca juga :   Gak Pake Modal Tapi Bikin Meleleh! 25+ Ucapan Valentine 14 Februari 2026: Anti-Alay, Aesthetic, dan Cocok Buat Caption IG / Status WA

Ketidakstabilan politik berdampak besar pada ekonomi. Menurut Bank Dunia, ekonomi Libanon menyusut sekitar 34% dari PDB riil. Kerugian periode 2023–2024 diperkirakan mencapai Rp81 triliun, terutama pada sektor perhotelan, perdagangan, dan pertanian. Kawasan wisata Baalbek menjadi relatif sepi, sementara daerah pertanian subur Bekaa Valley mengalami kerusakan.

Pelajaran penting: stabilitas sangat menentukan kesejahteraan rakyat; keberagaman harus dirawat sebagai kekuatan bangsa; dan pertimbangan geopolitik penting dalam kebijakan strategis negara.

Semoga Beirut kembali menjadi Paris Timur Tengah yang damai dan sejahtera. InsyaAllah.

 

 

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pantas Saja Jam 12 Siang Udah Lemas! Hindari 5 Makanan & Minuman Ini Saat Sahur, Nomor 1 Paling Sering Dilakukan Anak Kos!

Artikel

Pantas Saja Jam 12 Siang Udah Lemas! Hindari 5 Makanan & Minuman Ini Saat Sahur, Nomor 1 Paling Sering Dilakukan Anak Kos!

Artikel

OPUNG (LBP), TERNYATA SUAMI TAK TAKUT ISTERI

Artikel

KASIH SAYANG DI BULAN RAMADHAN BUKAN VALENTIN DAYS
Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2026 di Coretax, Cek Panduan Lengkapnya!

Artikel

Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi 2026 di Coretax, Cek Panduan Lengkapnya!
Studi Terbaru 2026: Jus Jeruk Ternyata Bisa "Edit" Gen Jantung Jadi Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli!

Artikel

Studi Terbaru 2026: Jus Jeruk Ternyata Bisa “Edit” Gen Jantung Jadi Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli!

Artikel

PT Timah Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan

Artikel

WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Artikel

KAS NEGARA JEBOL KARENA PERANG DAN KORUPSI AKHIRNYA NANAM PAKSA