Home / Daerah / Kesehatan / Pemerintahan

Kamis, 25 September 2025 - 21:06 WIB

Realisasi Program KB di Padang Pariaman Lebihi Target, tapi Terkendala Tenaga Medis

koransakti - Penulis

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat menghadiri acara Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Sungai Asam, Kamis (25/9/2025). (Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Padang Pariaman)

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, saat menghadiri acara Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Sungai Asam, Kamis (25/9/2025). (Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Padang Pariaman)

koransakti.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil mencatatkan realisasi program Keluarga Berencana (KB) yang melampaui target nasional. Meski demikian, Bupati John Kenedy Azis mengakui bahwa pelaksanaan program ini di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala serius.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Tingkat Sumatera Barat yang dipusatkan di Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, pada Kamis (25/9).

Capaian Melebihi Target Nasional

Bupati John Kenedy Azis menyatakan bahwa berkat komitmen kuat dari Pemkab, capaian realisasi KB di Padang Pariaman hingga September 2025 telah mencapai 1.613 akseptor atau 110,63 persen dari target yang ditetapkan.

Baca juga :   Wako Ahmadi Pimpin Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77

“Tujuan kita adalah mendekatkan pelayanan KB, menurunkan angka stunting, dan membangun keluarga yang berkualitas. Semoga ikhtiar ini dimudahkan Allah SWT,” ujar John Kenedy Azis.

Kendala Utama: Keterbatasan Tenaga Medis

Di balik angka capaian yang positif, Bupati mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia. “Masih ada kendala, khususnya keterbatasan tenaga medis untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP),” jelasnya.

Masalah ini menjadi perhatian khusus karena Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menetapkan Padang Pariaman sebagai wilayah prioritas KBKR. Status ini diberikan karena daerah tersebut dinilai memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan, minimnya tenaga medis, serta tingkat pemahaman masyarakat tentang kontrasepsi yang masih perlu ditingkatkan.

Baca juga :   4 Pertolongan Pertama Keracunan Makanan: Jangan Panik, Lakukan Ini Segera!

Untuk mengatasi kendala tersebut, John Kenedy Azis meminta dukungan dari BKKBN serta lintas sektor seperti TNI, Polri, dan Kementerian Agama setempat. Selain program KB, Pemkab Padang Pariaman juga aktif mendukung program BKKBN lainnya, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang telah mengintervensi 830 dari 957 anak berisiko stunting di wilayah tersebut.

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jambi

HUT ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Doa Bersama di Masjid At-Taqwa

Advetorial

Ketua DPRD H. Fajran Hadiri Penutupan Seni Budaya 9 Luhah Koto Baru

Pendidikan

Penuh Bahagia dan Kebersamaan, Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 8 SNP Plus Kota Sungai Penuh Berlangsung Sukses

Advetorial

Rapat PARIPURNA Istimewa DPRD Kota Sungai Penuh

Budaya

Juara Fest, Tampilan Atraksi Budaya Kota Sungai Penuh 

Daerah

Mahasiswi KKN Tim II Undip Gelar Edukasi Cegah MSDs di Desa Purworejo: Promosikan Postur Sehat

Bencana

Wabah Kolera Global Memburuk, WHO Peringatkan Angka Kematian Melonjak Tajam

Artikel

5 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik Mendadak: Jangan Panik, Lakukan Ini Dulu!