Home / Artikel

Rabu, 15 Oktober 2025 - 01:06 WIB

BUAH KHULDI TAK SEKELAS GEDONG GINCU ALA INDRAMAYU 

koransakti - Penulis

Oleh : DEDI ASIKIN

Koransakti.co.id- Semua anak cucu Adam dapat diyakini setidaknya pernah mendengar nama pohon atau buah khuldi, pohon yang di wanti-wanti Allah untuk tidak didekati (Apalagi di makan) oleh Adam dan Hawa.

Alquran tidak spesifik menggambarkan tentang buah itu, semisal soal bentuk dan rasa spesifiknya.

Tentu berbeda dengan buah (mangga) special produksi kabupaten Indramayu.

Disana ysng sudah mengklaim sebagai pengghasil beberapa jenis mangga terbesar di Indonesia. Ada gedong gincu, cengkir dan bapang.

Gedong gincu misalnya. Buahnya unik. Setelah matang warnanya ungu dagingnya sedikit berserat, 90% rasanya manis dan 5% masing masing asam dan asin.

Buah atau mangga cengkir, bentuknya lonjong, lebih besar, rasanya manis dan sedikit berserat.

Indramayu nyaris indentik dengan mangga. Hampir tak ada sejengkal tanah yang tidak ditanami jenis mangga itu. Di pekarangan rumah, di pinggir jalan dan pematang sawah. Terlebih di kebun mangga. Di tempat itu, orang boleh berphoto ria di kebun atau di tempat penimbunan produksi sebelum di angkut ke pasar di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan juga ke luar negeri, kerena Bupati Indramayu Lucky Hakim mengklaim barang itu sudah di ekspor ke beberapa negara Asia Tenggara bahkan jepang.

Baca juga :   Peringati HDKD Ke- 77, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci Gelar PMD

Tidak atau belum didapat angka pasti berapa banyak produksi kabupaten di pinggir laut utara itu. Tapi yang pasti Indramayu is gedong gincu adalah khuldi dari pemkab Indramayu sendiri.

Soal buah atau pohon khuldi dalam Al Qur’an tidak dirinci secara spesifik soal bentuk dan rasanya. Tetapi secara logika, mendekati saja di larang apa lagi memakan. Kembali bermain logika, yang namanya Adam AS dan isterinya Sayidnah Siti Hawa saja tergoda untuk memakannya, maka kira kira rasanya pasti lebih enak, lebih legit dan manis dari gedong gincu dari Indramayu.

Baca juga :   KISAH PANGERAN TRENGGONO MENGUSIR PORTUGIS DARI SUNDA KALAPA 

Bedanya yang bernama khuldi yang berasal dari bahasa Arab “khuld “yang berarti kekal atau abadi di larang bahkan sekadar di dekati saja tak boleh, sementara buah cengkir, bapang atau gedong gincu sangat di anjurkan untuk di nikmati semua orang. Buah itu akan melimpah ruah pada musim berbuah yaitu bulan Oktober, Nopember dan Desember.

Tapi juga bisa di dapat di kebun yang berbuah terus di sepanjang tahun .

Lagian buat apa melanggar larangan kaya nenek moyang kita, kan lebih mudah dan baik menyerbu Indramayu makan gedong gincu semau perutmu. Tak perlu malu. ***

Berita ini 150 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pantas Saja Jam 12 Siang Udah Lemas! Hindari 5 Makanan & Minuman Ini Saat Sahur, Nomor 1 Paling Sering Dilakukan Anak Kos!

Artikel

Pantas Saja Jam 12 Siang Udah Lemas! Hindari 5 Makanan & Minuman Ini Saat Sahur, Nomor 1 Paling Sering Dilakukan Anak Kos!

Artikel

PERINTAH IQRO, (MEMBACA), SEBUAH SIMBOL

Artikel

KORUPTOR DISURUH TOBAT TOMAT KALI  HABIS TOMAT KUMAT LAGI

Artikel

Singkong Kini Tinggal Kenangan
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Artikel

No Sawit Bapak Aing Dalam Kontroversi

Artikel

KASIH SAYANG DI BULAN RAMADHAN BUKAN VALENTIN DAYS

Artikel

Padi Abadi Inovasi Revolusioner  Ilmuwan Cina

Artikel

Soal Isu Kipas Angin Rp 1,8 Triliun : Penting ada kejelasan ditengah efisiensi anggaran