Home / Pemerintahan

Sabtu, 22 November 2025 - 20:44 WIB

Mentan Amran Tindak Tegas 115 Distributor Pupuk Subsidi Nakal 

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali temukan para distributor pupuk nakal, yang berani menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Dalam laporan mingguan pengawasan pupuk yang di gelar setiap Jumat, Amran mengungkap adanya 115 distributor yang masih nekat bermain harga di atas HET.

“Kami tindaklanjuti laporan dari seluruh masyarakat tani Indonesia. Banyak isu yang masuk, tetapi prioritas utama kami adalah pelanggaran HET. Dalam satu minggu ini masih ada 115 distributor yang menjual di atas HET, dan hari ini juga kami minta Pupuk Indonesia segera tindak, cabut izinnya,” kata Mentan Amran saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (21/11/25).

Mentan Amran menyebut bahwa praktik tersebut sangat merugikan petani, terlebih pemerintah sudah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Karena itu, seluruh distributor yang terbukti curang langsung di perintahkan untuk di cabut izinnya hari ini juga.

Baca juga :   LaNyalla Mattalitti: Presiden Jokowi Harus Mendorong dan Membantu UMKM Berinovasi

“Tidak ada kompromi bagi yang bermain harga. Laporan ini tentu kami lakukan verifikasi terlebih dahulu dan semua yang di verifikasi, sudah terbukti, langsung di cabut,” ujar Mentan.

Selain temuan kecurangan harga, Mentan Amran juga menerima laporan adanya 136 pengecer dan distributor yang masih mempersulit petani saat menebus pupuk dengan mewajibkan kartu tani. Padahal pemerintah sudah menegaskan bahwa penebusan pupuk subsidi cukup menggunakan KTP.

“Yang 136 ini kami minta di tegur. Kalau minggu depan masih terjadi, izinnya juga kami cabut,”tegas Mentan Amran.

Lebih lanjut, Mentan Amran menyebut bahwa meski masih ada oknum yang mencoba bermain, kondisi lapangan menunjukkan perbaikan signifikan. Dari lebih dari 2.039 laporan kios dan distributor nakal sebelumnya, kini hanya tersisa sekitar 115 kasus, atau sekitar 5–7 persen dari total awal.

“Alhamdulillah, awalnya 2.039 yang nakal, kini tinggal sekitar seratusan. Ini kemajuan besar,” katanya.

Baca juga :   Upaya Menjaring Aspirasi, DPRD Sungai Penuh Hadiri Musrenbang Tk Kecamatan

Ia memastikan pemerintah menjamin ketersediaan pupuk untuk petani, dan setiap pelanggaran yang terbukti akan di tindak cepat. Amran mengingatkan seluruh distributor dan pengecer agar tidak lagi mempersulit petani menjelang musim tanam. Pengawasan akan terus diperketat dan setiap pelanggaran akan berakhir pada sikap yang sama.

“Izin dicabut. Tidak ada ruang bagi pemain curang,” tukas Mentan Amran.

Untuk diketahui, Pemerintah secara resmi sudah menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Penurunan harga ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi, termasuk pupuk Urea dan NPK yang menjadi kebutuhan utama petani.

Harga pupuk Urea kini turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, atau setara dengan penurunan harga dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak.

Sementara itu, harga pupuk NPK juga diturunkan dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, atau dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.**

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Saat Evaluasi MBG, Dr. Nurdin Sampaikan Kesiapan Pelaksanaan MBG Tahun 2025

Kerinci

Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko di Air Hangat Timur Ajang Pelestarian Pusaka dan Perekat Kebersamaan Masyarakat Kerinci

Kerinci

Disinyalir Kades Semerah Palsukan Tandatangan Bendahara Untuk Pencairan Dana Desa

Advetorial

Diskominfo Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan Partisipasi & Kontribusi Dalam Pengurangan Sampah

Advetorial

Agama

Peringati Maulid Nabi, Presiden Prabowo Ajak Umat Islam Teladani Akhlak Rasulullah

Pemerintahan

Pemerintah Tetapkan 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di Tahun 2025

Advetorial

Walikota Pimpin Rapat Persiapan Sholat Ied 1446 Hijriah