koransakti.co.id – “Ah, saya gak makan yang manis-manis kok!”
Yakin? Faktanya, hampir setiap makanan olahan mengandung gula, bahkan yang rasanya gurih sekalipun. Gula memiliki banyak nama samaran yang sering mengecoh konsumen.
Bagi penderita diabetes atau Anda yang sedang diet, wajib hukumnya mengenali jenis-jenis gula ini. Mana yang aman, dan mana yang harus dihindari? Simak panduan lengkap 15 jenis gula yang sering kita konsumsi sehari-hari.
Kelompok Gula Alami (Natural Sugar)
1. Glukosa (Energi Utama) Ini adalah bahan bakar utama tubuh dan otak.
Sifat: Langsung diserap tubuh menjadi energi.
Sumber: Nasi, roti, kentang.
2. Fruktosa (Gula Buah) Gula paling manis secara alami.
Sifat: Tidak langsung menaikkan gula darah drastis, tapi jika berlebihan bisa menumpuk jadi lemak hati.
Sumber: Buah-buahan, madu.
3. Galaktosa Gula yang kurang manis dibanding glukosa.
Sumber: Susu, yogurt, keju.
4. Laktosa (Gula Susu) Gabungan Glukosa + Galaktosa.
Masalah: Banyak orang Asia mengalami intoleransi laktosa (sakit perut setelah minum susu).
5. Maltosa (Gula Gandum) Sering ditemukan pada sereal sarapan, pasta, dan bir.
6. Sukrosa (Gula Pasir) Ini yang paling akrab di dapur kita. Terbuat dari tebu atau bit.
Bahaya: Konsumsi berlebih langsung memicu lonjakan gula darah dan risiko obesitas.
Kelompok Pemanis Buatan & Alkohol Gula (Low Calorie)
7. Sakarin Pemanis buatan tertua (300x lebih manis dari gula).
Rasa: Meninggalkan jejak pahit (aftertaste).
Isu: Sempat dikaitkan dengan risiko kanker jika dikonsumsi jangka panjang.
8. Aspartam Sering dipakai di minuman soda diet (Diet Coke).
Kelemahan: Tidak tahan panas, jadi tidak bisa dipakai untuk memasak kue.
9. Acesulfame K Pemanis “tahan banting” yang stabil di suhu panas. Cocok untuk produk panggangan. Aman untuk diabetes karena 0 kalori.
10. Sukralosa Dikenal dengan merek dagang seperti Splenda. 600x lebih manis dari gula tapi tidak dicerna tubuh (nol kalori).
11. Neotame Pemanis super kuat (8000x gula biasa). Hanya butuh sedikit sekali untuk memaniskan produk industri.
12. Sorbitol Pemanis yang sering ada di permen karet “Bebas Gula”.
Kelebihan: Tidak merusak gigi.
13. Xylitol Sahabat kesehatan gigi. Xylitol menghambat bakteri penyebab karies dan merangsang air liur. Sering ditemukan di pasta gigi anak.
14. Ribosa Gula unik yang membantu pemulihan energi otot. Sering dipakai atlet.
15. Xilosa Pemanis alternatif di dunia farmasi. Indeks glikemiknya rendah, aman untuk menjaga kadar gula darah.
Saran Konsumsi: WHO menyarankan asupan gula tambahan maksimal hanya 10% dari total kalori (sekitar 4 sendok makan per hari).
Mulailah membaca label kemasan. Jika Anda menemukan kata berakhiran “-osa” (seperti Dektrosa, Maltosa), itu artinya GULA.
Jaga manisnya hidup dengan mengurangi manisnya gula!
Baca juga:















