Home / Fakta Unik / Sains

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:00 WIB

Pojok Sains: Kenapa Teriak “3… 2… 1…” Bareng-Bareng Bikin Merinding Bahagia? Ini Rahasia ‘Sihir’ Bernama Social Synchrony!

koransakti - Penulis

3... 2... 1... HAPPY NEW YEAR! 🥳 Kenapa ya momen teriak bareng ini rasanya magis banget? Ternyata otak kita emang didesain buat 'nyetrum' kalau lagi kompak sama orang lain! (Foto: Freepik/koransakti)

3... 2... 1... HAPPY NEW YEAR! 🥳 Kenapa ya momen teriak bareng ini rasanya magis banget? Ternyata otak kita emang didesain buat 'nyetrum' kalau lagi kompak sama orang lain! (Foto: Freepik/koransakti)

koransakti.co.id – Rabu, 31 Desember 2025. Puncak malam ini ada di detik-detik terakhir jam 23:59:50. Jutaan orang di seluruh dunia akan melakukan ritual yang sama: Menghitung Mundur Bersama.

Saat Anda berteriak bersama orang lain (entah di alun-alun kota atau di ruang tamu bersama keluarga), Anda merasakan sensasi “klik” atau perasaan menyatu yang kuat. Sains menyebut fenomena ini sebagai Social Synchrony (Sinkroni Sosial).

1. Menghapus Batas “Aku” dan “Kamu”

Penelitian neurosains menunjukkan bahwa ketika manusia bergerak atau bersuara dalam ritme yang sama (seperti berjoget di konser, baris-berbaris, atau hitung mundur), batas kognitif antara diri sendiri dan orang lain menjadi kabur. Otak melepaskan hormon Oksitosin (hormon cinta/bonding) secara massal. Akibatnya? Anda merasa terhubung secara emosional dengan orang asing di sebelah Anda, seolah-olah kalian adalah satu organisme besar.

Baca juga :   Laporan WHO: Riset Kanker Global Tidak Sejalan dengan Kebutuhan Dunia

2. “Collective Effervescence” (Gelegak Kolektif)

Sosiolog Emile Durkheim punya istilah keren untuk momen malam tahun baru: Collective Effervescence. Ini adalah energi listrik tak kasat mata yang muncul saat sekelompok orang fokus pada satu hal yang sama di waktu yang sama. Momen ini membuat masalah pribadi Anda terasa kecil dan hilang sejenak, digantikan oleh perasaan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar (Tahun Baru Global). Inilah yang membuat kita merasa “merinding” bahagia.

3. Dopamin dari “Antisipasi”

Kenapa harus hitung mundur? Kenapa tidak langsung saja? Otak manusia sangat mencintai antisipasi. Saat Anda mulai menghitung “10… 9…”, otak mulai memproduksi Dopamin (hormon kepuasan) secara bertahap. Puncaknya bukan di angka “1”, tapi di jeda hening sepersekian detik antara angka “1” dan teriakan “Happy New Year!”. Di jeda itulah ledakan dopamin terbesar terjadi.

Baca juga :   Laporan UFO dan Objek Misterius Kini Dibuka ke Publik AS

Kesimpulan: Nanti malam, jangan hitung mundur dalam hati. Teriaklah yang kencang! Biarkan otak Anda menikmati cocktail hormon Oksitosin dan Dopamin sebagai hadiah penutup tahun yang manis.

Baca juga: Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak “Negativity Bias”! Ini Cara Meretasnya

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Benarkah Micin (MSG) Bikin Bodoh & Sakit Kepala? Ini Fakta Medisnya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Micin (MSG) Bikin Bodoh & Sakit Kepala? Ini Fakta Medisnya!

Bilogi

Rahasia Kupu-Kupu Malam: Mengapa Mereka “Terhipnotis” Cahaya Lampu?

Bilogi

Rahasia Ikan Antartika: Mengapa Mereka Tidak Membeku di Air Dingin Eksrem?
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Artikel

Kenapa Minuman Soda Rasanya “Menggigit” Lidah? Kenalan dengan H2CO3 (Asam Karbonat), Si Pembuat Gelembung!
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Fakta Unik

Rahasia Di Balik Kilau Putih Salju: Mengapa Kristal Bening Bisa Menghasilkan Hamparan Putih?
Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang 'Memakan' Lidahmu!)

Bilogi

Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang ‘Memakan’ Lidahmu!)

Fakta Unik

Pesona Jay Punggung-Ungu: Sang Fotografer Hutan dari Pesisir Pasifik Meksiko