koransakti.co.id – Niat hati ingin memasak nasi goreng spesial untuk sarapan Jumat, tapi baru mengiris dua siung bawang merah, air mata sudah bercucuran seperti sedang nonton drama Korea sedih.
Kejadian ini dialami hampir semua orang di dunia. Tapi tahukah Anda, bawang sebenarnya tidak bermaksud jahat. Ia hanya sedang “membela diri”.
Di Pojok Sains pagi ini, kita akan membongkar reaksi kimia apa yang terjadi di talenan dapur Anda.
Mekanisme Pertahanan Diri Tanaman
Bawang adalah umbi-umbian yang tumbuh di dalam tanah, tempat di mana banyak hewan pengerat (tikus/serangga) ingin memakannya.
Untuk bertahan hidup, bawang mengembangkan mekanisme pertahanan kimia. Di dalam sel bawang terdapat dua zat yang terpisah:
Asam Amino Sulfoksida (Zat belerang).
Enzim Alliinase.
Reaksi Kimia: Gas Air Mata Alami
Saat pisau Anda mengiris bawang, Anda memecahkan dinding selnya. Akibatnya, kedua zat di atas (Sulfoksida dan Enzim) yang tadinya terpisah, kini bertemu dan bereaksi.
Reaksi ini menghasilkan gas yang disebut Syn-Propanethial-S-oxide. Gas ini bersifat volatil (mudah menguap) dan langsung terbang ke udara menuju wajah Anda.
Kenapa Bikin Nangis?
Saat gas tersebut menyentuh lapisan air di bola mata Anda, terjadilah reaksi kimia kedua. Gas itu larut dan berubah menjadi Asam Sulfat (ya, asam yang sama dengan air aki, tapi dalam konsentrasi sangat rendah).
Mata Anda mendeteksi adanya zat asam berbahaya ini. Sebagai respons darurat, otak memerintahkan kelenjar air mata untuk mencuci mata secepatnya agar asam tersebut hilang. Itulah sebabnya Anda menangis.
Tips Anti-Nangis
Agar sesi memasak Anda tidak penuh drama, cobalah trik sains berikut:
Dinginkan Bawang: Masukkan bawang ke kulkas/freezer 15 menit sebelum dipotong. Suhu dingin memperlambat reaksi enzim, sehingga gas yang keluar lebih sedikit.
Pisau Sangat Tajam: Pisau tumpul akan “meremukkan” sel bawang (lebih banyak gas keluar). Pisau tajam akan “mengiris” dengan rapi (kerusakan sel minimal).
Nyalakan Kipas Angin: Hembuskan gas menjauh dari wajah Anda.
Kesimpulan
Jadi, menangis saat memotong bawang adalah tanda bahwa mata Anda berfungsi normal melindungi diri dari serangan asam. Bawang mungkin kecil, tapi ia punya senjata kimia yang hebat!
Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Cabai Bikin Mulut Terasa ‘Terbakar’? Ternyata Pedas Bukanlah Rasa!















