Home / Breaking news

Rabu, 21 Januari 2026 - 04:23 WIB

Basarnas Pastikan Data Langkah Smartwatch Kopilot ATR Berasal dari Aktivitas Lama

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Kepala Basarnas, M Syafi’i, mengungkapkan hasil investigasi terkait data langkah kaki yang terekam pada smartwatch milik kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, yang sebelumnya sempat menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis data yang di lakukan bersama Polda Sulawesi Selatan, Basarnas memastikan bahwa rekaman langkah kaki tersebut bukan terjadi setelah kecelakaan pesawat, melainkan berasal dari aktivitas lama beberapa bulan sebelum kejadian.

Syafi’i menjelaskan, data langkah yang sempat terbaca berasal dari aktivitas Farhan saat masih berada di Yogyakarta, jauh sebelum pesawat mengalami kecelakaan di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga :   Sri Mulyani Pamit dari Kemenkeu: "Cinta Saya untuk Indonesia Tetap Abadi

“Setelah kami telusuri secara teknis bersama kepolisian, data tersebut merupakan rekaman lama. Bukan aktivitas setelah kecelakaan,” tegas Syafi’i.

Lebih lanjut di jelaskan, pergerakan langkah kaki itu terpantau dari ponsel Farhan yang masih terhubung dengan smartwatch miliknya. Saat ini, ponsel tersebut berada di tangan kekasih Farhan, Dian Mulyani Hasibuan.

Hal ini di kuatkan oleh keterangan Pitri Keandedes Hasibuan, kakak dari Dian, yang menyebut data langkah itu muncul pada jam-jam tertentu.

“Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi jam 6 ada beberapa langkah, lalu bertambah lagi dari jam 10 sampai malam,” ujar Pitri.

Namun, Basarnas menegaskan bahwa kemunculan data tersebut tidak berkaitan dengan kondisi Farhan setelah kecelakaan, melainkan merupakan sinkronisasi data lama yang tersimpan di perangkat.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat tetap di lakukan berdasarkan data resmi dan kondisi lapangan, bukan dari interpretasi data perangkat elektronik semata.

“Kami memahami harapan keluarga, namun kami harus menyampaikan fakta berdasarkan hasil investigasi teknis,” pungkas Syafi’i.

Sumber : kompascom

Baca juga :   Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pertamina, Kejagung sudah Tetapkan 9 Tersangka

 

 

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Breaking news

Y.Z. Oktovianus Resmi Jadi Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030, Wako Alfin Titip Penguatan Kinerja dan Layanan Air Bersih

Advetorial

Mengatasi Banjir di Kerinci dan Sungai Penuh, Manager Humas PLTA – KMH Aslori Ajak Pemda Kerjasama

Breaking news

Puluhan Ribu Massa Padati Kampanye Akbar, Isyarat Kemenangan AZFER

Breaking news

Sambut Arus Balik, Posko Mudik BUMN PNM Di Balikpapan Dan Padang Siap Layani Pemudik

Breaking news

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Pengamanan Kunker Presiden Prabowo Peluncuran Gerakan Indonesia Menanam

Breaking news

Kasus Judi Online di Kominfo, DPR Kritik Kinerja Budi Arie

Breaking news

Terpilih Aklamasi Harpendi Nahkodai KONI Sungai Penuh Periode 2025–2029
Si Jago Merah Ngamuk di Koto Tinggi, 1 Rumah dan 3 Bedeng Ludes Terbakar

Breaking news

Si Jago Merah Ngamuk di Koto Tinggi, 1 Rumah dan 3 Bedeng Ludes Terbakar