Home / Artikel

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:20 WIB

Mentang-Mentang Libur Malah Rebahan Terus? Awas, Ini 3 Bahaya Fatal Tidur Seharian Saat Puasa. Pantas Saja Pas Bangun Kepala Langsung Kliyengan!

Tiara - Penulis

Jangan jadikan alasan

Jangan jadikan alasan "puasa" untuk bermalas-malasan. Tidur berlebihan justru membuat metabolisme tubuh kacau dan memicu sakit kepala parah. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.idSabtu, 21 Februari 2026Assalamu’alaikum, kaum rebahan! Hari Sabtu libur begini memang paling nikmat dipakai untuk me-time. Apalagi perut sedang dalam mode puasa, kasur dan bantal seolah punya daya magnet yang berkali-kali lipat lebih kuat dari hari biasa.

Banyak orang yang memegang prinsip: “Daripada lapar dan haus, mending tidur aja dari habis Subuh sampai azan Ashar.” Sering kali, hadits “Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah” dijadikan tameng (padahal banyak ulama menyebut hadits ini lemah/dhaif jika dijadikan alasan malas-malasan).

Secara medis, menjadikan tidur sebagai pelarian saat puasa justru Sangat Merugikan Tubuh. Bukannya segar, Anda malah akan merasa tersiksa. Ini 3 bahaya tidur seharian saat puasa yang jarang disadari:

1. Kepala Pusing Hebat (Oversleeping)

Pernahkah Anda bangun jam 2 siang di bulan puasa, lalu kepala terasa berat, berdenyut, dan kliyengan (dizzy)?

  • Penyebabnya: Tidur terlalu lama (lebih dari 8-9 jam) akan mengacaukan ritme sirkadian (jam biologis) otak. Selain itu, saat Anda tidur berjam-jam tanpa asupan cairan, aliran darah ke otak menjadi tidak maksimal karena dehidrasi. Inilah yang memicu sakit kepala atau migrain hebat saat Anda terbangun.

Baca juga :   Bye-Bye Sage Green & Shimmer! Ini Dia 3 Tren Warna & Model Baju Lebaran 2026 yang Bakal Viral. Awas Kehabisan Stok!

2. Asam Lambung Naik ke Tenggorokan (GERD)

Ini adalah kebiasaan paling mematikan: Habis makan sahur porsi kuli, sholat Subuh, lalu langsung terjun bebas ke kasur.

  • Penyebabnya: Lambung butuh waktu minimal 2-3 jam untuk mencerna makanan. Jika Anda langsung rebahan, gravitasi tidak bisa membantu menahan makanan. Akibatnya, asam lambung beserta sisa makanan akan naik kembali ke kerongkongan. Efeknya, dada terasa panas (heartburn), tenggorokan perih, dan mulut terasa sangat pahit di siang hari.

3. Badan Tambah Lemas & Otot Kaku

Niatnya tidur biar nggak capek, eh pas bangun malah merasa seperti habis digebuki warga satu kampung.

  • Penyebabnya: Saat Anda tidak bergerak sama sekali, sirkulasi darah menjadi lambat dan metabolisme tubuh menurun drastis. Tubuh yang tidak diajak beraktivitas justru akan memproduksi hormon yang membuat Anda semakin merasa letih dan lesu.

Baca juga :   Bunga Kenanga, Tanaman Wangi Bernilai Tinggi

Solusi Libur Puasa yang Sehat

Jangan jadikan kasur sebagai “sahabat pena” Anda hari ini. Jika ingin tidur siang (Qailulah), cukup lakukan maksimal 30 sampai 45 menit saja sebelum atau sesudah Dzuhur.

Sisa waktunya? Lakukan aktivitas ringan! Beres-beres kamar kos, membaca buku, maraton drakor sambil duduk, atau persiapkan bahan untuk dimasak buat takjil nanti sore. Tubuh yang bergerak aktif (meski ringan) akan membuat Anda lupa dengan rasa lapar.

Kesimpulan

Mari ubah kebiasaan buruk di weekend bulan Ramadhan ini. Jangan sampai pahala puasa kita habis hanya karena kita tidak melakukan aktivitas produktif apa pun. Yuk, segera bangun, mandi siang biar segar, dan cari kegiatan seru di dalam rumah!

Baca juga: Pahala Tumpah Ruah! 5 Amalan Khusus di Hari Jumat Pertama Ramadhan (20 Februari 2026), Jangan Lewatkan “Waktu Emas” Nanti Sore!

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Panduan Lengkap Update ‘HoK Gokil!’: Hero Baru Umbrosa, Mode Ultimate Awakening, dan Hadiah Gratis

Artikel

Terong Bulat Hijau: Sayuran Unik  Kaya Manfaat dan Mudah Dibudidayakan

Artikel

Makna Pengorbanan Pada Sesama di Hari Raya Idul Adha 1446 H

Artikel

WARTAWAN DI ANTARA (PEJABAT) YANG RAMAH DAN MARAH

Artikel

Pers yang Merdeka atau Merusak? Refleksi Krisis Etika, Legalitas, dan Teknologi dalam Dunia Jurnalistik Indonesia

Artikel

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Pada Anak

Artikel

Memilah dan Memilih Pemimpin Kota Sungai Penuh 2024-2029

Artikel

PARADIGMA BARU TRANSMIGRASI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP