Home / Sains

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:02 WIB

Fenomena Langit Langka: Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia

koransakti - Penulis

Ilustrasi fenomena gerhana bulan total saat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayang-bayang inti Bumi.

Ilustrasi fenomena gerhana bulan total saat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayang-bayang inti Bumi.

koransakti.co.id- Fenomena astronomi yang sangat dinantikan akan segera menyapa penduduk Bumi pada awal bulan depan. Oleh karena itu, para pecinta langit di tanah air perlu mempersiapkan diri untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026. Secara khusus, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam Almanak 2026 telah memprediksi bahwa puncak dari fenomena indah ini akan berlangsung pada pukul 18.34.52 WIB. Meskipun demikian, seluruh rangkaian fase gerhana sebenarnya sudah dimulai sejak sore hari saat matahari masih berada di ufuk barat.

Hal ini menarik karena gerhana bulan total merupakan posisi sejajar antara Matahari, Bumi, dan Bulan, di mana Bulan sepenuhnya tertutup oleh bayangan umbra Bumi. Oleh sebab itu, Bulan akan tampak berwarna kemerahan yang memukau selama fase totalitas berlangsung. Selain itu, wilayah Indonesia termasuk dalam salah satu lokasi terbaik di dunia untuk mengamati peristiwa ini, selain wilayah Amerika, Australia, dan sebagian besar Asia. Sebagai tambahan, rincian waktu di bawah ini dapat menjadi panduan bagi Anda untuk melakukan pengamatan secara langsung maupun melalui transmisi digital.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Suka Nunggu "Senin" atau "Tanggal 1" Buat Berubah? Ini Kekuatan Magis "The Fresh Start Effect"!

Oleh karena itu, jangan lewatkan momen krusial saat Bulan mulai memasuki bayangan inti hingga mencapai puncak totalitasnya. Dengan demikian, Anda dapat mengabadikan fenomena alam ini sebagai bagian dari dokumentasi astronomi pribadi. Sebagai informasi, BMKG juga menyediakan fasilitas live streaming melalui laman resminya bagi masyarakat yang terkendala cuaca mendung di wilayahnya. Akhirnya, Gerhana Bulan Total ini merupakan satu dari empat peristiwa gerhana yang akan menghiasi langit sepanjang tahun 2026, menjadikannya tahun yang sangat produktif bagi pengamatan benda langit.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Jadwal Lengkap Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berikutnya, berikut adalah rincian waktu kejadian berdasarkan zona Waktu Indonesia Barat (WIB):

  • Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.44.22 WIB

  • Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.50.00 WIB

  • Gerhana Total Mulai (U2): 18.04.26 WIB

  • Puncak Gerhana (MID): 18.34.52 WIB

  • Gerhana Total Berakhir (U3): 19.02.45 WIB

  • Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17.10 WIB

  • Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.22.59 WIB


Daftar Peristiwa Gerhana Lainnya di Tahun 2026

Selanjutnya, selain gerhana bulan Maret mendatang, berikut adalah fenomena gerhana lain yang patut Anda catat:

  1. Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026 (Telah Lewat)

  2. Gerhana Matahari Total: 12 Agustus 2026

  3. Gerhana Bulan Sebagian: 28 Agustus 2026

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Bilogi

Menguak Pesona Bunga Wijaya Kusuma: Sang ‘Ratu Malam’ yang Sarat Makna

Lingkungan

Kisah Anggrek Paling Langka di Dunia yang Hidup di Bawah Tanah dan Terancam Punah
Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan
Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa "Menyala" Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!

Artikel

Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa “Menyala” Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!
Menembus Batas Langit: Alasan Sains dan Strategis di Balik Ambisi Manusia Menuju Bulan

Sains

Menembus Batas Langit: Alasan Sains dan Strategis di Balik Ambisi Manusia Menuju Bulan
Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa "Bernapas"? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Artikel

Kenapa Tape Rasanya Hangat & Adonan Roti Bisa “Bernapas”? Kenalan dengan Ragi, Koki Terkecil di Dunia!

Kesehatan

Laporan Baru WHO: Kontrasepsi Tak Hanya Cegah Kehamilan, tapi Juga Berdayakan Perempuan